Surabaya (beritajatim.com) – Seorang remaja umur 15 tahunan yang belum diketahui identitasnya, tenggelam dan terseret arus di Sungai Wonokromo (dekat pintu air Jagir) Minggu (19/02/2023) siang. Pencarian yang dilakukan oleh petugas gabungan dari BPBD Kota Surabaya, Basarnas, dan Satpol PP Kota Surabaya berlangsung hingga 6 jam tanpa hasil. Karena cuaca yang tidak mendukung, pencarian dilanjutkan pada Senin (20/02/2023) besok.
Salah satu pengendara motor yang sempat melihat remaja tanpa identitas tersebut tenggelam, Azriel Zein menjelaskan jika saat itu korban dalam kondisi timbul dan tenggelam sambil tangannya melambai ke atas seperti meminta pertolongan. “Tadi saat lampu merah lihat ada orang tenggelam pakai kaos hijau,” kata Azriel, ketika berada di lokasi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tenggelam”]
Kemudian, Azriel langsung berteriak dan menghampiri penjaga rel kereta api Wonokromo untuk meminta bantuan. Namun, saat itu korban sudah masuk ke dalam kolong jembatan rel kereta api.
Salah seorang petugas terlihat mulai menyelam sekitar pukul 14.41 WIB. Akan tetapi, dia tidak menemukan keberadaan jenazah korban hingga waktu menunjukan jam 18.40 WIB. “Di kolom satu dan dua clear (tidak ada), arus di bawah sangat deras,” kata petugas penyelam.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Surabaya, Ridwan Mubarun mengatakan, jika proses pencarian korban dihentikan sementara. Hal itu lantaran cuaca yang membahayakan petugas. “Iya (dihentikan sementara), karena situasi arus yang sangat deras, tidak memungkinkan dilakukan penyelaman karena berisiko bagi petugas,” kata Ridwan.
Meski demikian, BPBD Surabaya saat ini telah membuka tenda posko pencarian orang hilang di sekitar lokasi. Di sana, petugas akan berjaga, apabila sewaktu-waktu tubuh korban terlihat. (ang/kun)






