Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejumlah relawan Seno Atas Aji menyasar tukang becak pangkalan di beberapa titik wilayah Kabupaten Bojonegoro untuk memperkenalkan bakal pasangan calon (Bapaslon) bupati-wakil bupati Setyo Wahono-Nurul Azizah di Pilkada Bojonegoro 2024, Senin (2/9/2024).
Salah satu tukang becak pangkalan di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo Warno mengatakan, dari sejumlah tukang becak yang biasa mangkal di sini menginginkan pemimpin ke depan yang lebih baik dari sebelumnya. Selalu rukun dan langgeng. Sehingga bisa memikirkan program peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kami meminta lebih diperhatikan, dan memberi solusi agar penghasilan tukang becak meningkat. Sehingga kebutuhan hidup keluarga tercukupi,” ujarnya.
Warno mengaku sudah mengetahui pencalonan Setyo Wahono-Nurul Azizah di Pilkada Bojonegoro 2024. Pria yang mengaku sudah puluhan tahun menjadi tukang becak itu berharap agar Mas Hono -sapaan Setyo Wahono- bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sehingga perputaran uang di bawah lebih mudah.
“Kalau semua kebutuhan mahal, tentu pendapatan tukang becak juga sepi. Ke depan pendapatan tukang becak yang sepi ini bisa dipikirkan,” imbuhnya.
Sementara Koordinator Seno Atas Aji, Erwin Candra Wijaya mengatakan, sosialisasi Setyo Wahono-Nurul Azizah yang dijagokan untuk memimpin Bojonegoro periode 2024-2029 itu untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitasnya ke seluruh lapisan masyarakat. Terutama hari ini menyasar tukang becak.
“Kami juga ingin mengenalkan program Setyo Wahono-Nurul Azizah kepada seluruh lapisan masyarakat terutama bagi tukang becak pangkalan serta meminta masukan untuk program ke depan,” ujarnya.
Salah satu program dari Setyo Wahono-Nurul Azizah yang dikenalkan kepada para tukang becak pangkalan itu yakni membangun perekonomian daerah yang produktif, berkelanjutan dan berkeadilan.
Diantaranya menggerakkan seluruh potensi ekonomi daerah terutama sektor-sektor yang memiliki karakter padat karya dan keberlanjutan, seperti sektor pertanian agrobisnis, pariwisata, jasa kontruksi dan jasa lainnya, UMKM serta sektor-sektor ekonomi potensial lainnya.
“Pemerataan ekonomi dilakukan melalui pembangunan sarana prasarana (infrastruktur, SDM dan lainnya) yang merata dan berkesinambungan. Jika dibreakdown pada program, tukang becak ini bisa dilibatkan untuk jasa transportasi wisata maupun perdagangan,” pungkasnya. [lus/but]






