Gresik (beritajatim.com) – Masih tingginya angka kematian akibat Covid-19 membuat sejumlah relawan di Gresik, dilatih cara melakukan pemulasaran jenazah. Relawan ini nantinya akan membantu pemerintah daerah dan dinas terkait mengingat terbatasnya tenaga pemulasaran jenazah.
“Selain tenaga kesehatan, kami telah menggandeng suporter Ultras Gresik, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Fatayat, Nasyiatul Aisyiyah, dan unsur masyarakat lainnya. Meski masih dalam tahap konsolidasi dan koordinasi pembentukan, tapi hari ini para relawan telah kami bekali pengetahuan pemulasaraan jenazah,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), Sabtu (17/07/2021).
Tenaga relawan itu akan dibagi menjadi tiga divisi. Yakni nakes, pemulasaraan, dan bantalan sosial. Nakes akan difokuskan guna akselerasi vaksinasi. Nantinya, pusat vaksinasi kabupaten akan disebar.
“Wilayah selatan, tengah, dan utara. Tidak hanya bertumpu di WEP (Wahana Ekspresi Poesponegoro) saja. Sistemnya nanti sama dengan apa yang berlangsung di WEP. Kami akan mengoptimalkan aplikasi yang sudah kami miliki,” ungkap Gus Yani.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-gresik”]
Mulai perhari ini, kata Gus Yani, sudah terkumpul sekitar 80-an relawan. Para relawan ini nanti akan disebar di rumah sakit rujukan pemulasaraan Covid. Yaitu, rumah sakit PKU Sekapuk, RS Fatma Medika, RS Petrokimia Gresik, RS Semen Gresik, RS Randegan Sari, RS Surya Medika, RS Wates Husada, RS Petrokimia Driyorejo dan RSUD Ibnu Sina.
“Adapun untuk sosial, akan kami perbantukan di posko-posko darurat yang telah kami dirikan di 5 titik yang tersebar,” kata Gus Yani.
Sementara Ketua Relawan Pemulasaran jenazah Gus Yani menunjuk Toriqi Fajerin Manager Gresik United (GU). Kemudian dr. Singgih Widi Pratomo, ditunjuk sebagai koordinator relawan nakes untuk program vaksinasi. Selanjutnya, kordinator Posko PPKM darurat Covid-19, bantalan sosial bagi warga terdampak PPKM darurat dan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah adalah Zainal Abidin. [dny/but]






