Surabaya (beritajatim.com) – Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Nurhasan mendorong para lulusannya agar mampu berkontribusi dan menjadi pemimpin dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Hal itu disampaikan pada gelaran Wisuda ke-108 Jenjang Ahli Madya, Sarjana, Magister dan Doktor di Graha Unesa, Kampus Lidah Wetan, Selasa (10/10/2023). Ada 1.501 wisudawan yang dikukuhkan dalam kesempatan itu.
Cak Hasan optimis lulusannya mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat karena sudah dibekali berbagai kompetensi lewat berbagai program talenta dan jalur masuk khusus yang disiapkan.
Baca Juga: PSSI Pastikan Penerapan VAR di Liga 1 Mulai Februari 2024
“Ada jalur talenta kepemimpinan, prestasi akademik, seni, olahraga dan prestasi keagamaan. Dengan sentuhan Unesa, Insya Allah mereka mampu menjadi pionir perubahan di masyarakat menuju Indonesia tangguh, berdedikasi, dan memiliki jati diri ke-Indonesiaan yang kuat,” tuturnya.
Cak Hasan juga berpesan agar para lulusan tampil percaya diri sebagai pribadi tangguh dan bijaksana. Mengutip nasehat orang bijak, kata dia, ‘jadilah seperti padi, semakin berisi semakin merunduk, semakin berilmu semakin rendah hati’.
Ia menyampaikan, bahwa ada beberapa kunci kesuksesan. Pertama, relasi atau jaringan. Ini penting untuk melahirkan inovasi. Kolaborasi yang produktif, lahir dari jejaring yang luas dan penuh ide-ide inovatif. Kedua, tangguh secara karakter atau kepribadian.
Baca Juga: Venue Piala Dunia U-17 2023 Diserahkan ke FIFA Mulai 27 Oktober
Ketiga, gagasan atau ide kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat. Keempat, disiplin dan mandiri. “Tetaplah optimis, tangguh dan adaptif, karena siapa yang mampu beradaptasi dia adalah pemenangnya, siapapun, individu, kelompok, bahkan negara,” pesannya.
Dalam wisuda kali ini, Unesa juga memberikan penghargaan kepada 10 wisudawan terbaiknya. Mereka adalah Dewi Indah Wilujeng (IPK 3.88) Putri Wulandari (IPK 3.91), Erika Nur Candra (IPK 3.96), dan Muhammad Taufiqurrahman (IPK 3.97).
Kemudian Alifia Widianti (IPK 3.91), Simon Frans Welly S. (IPK 3.87), Nanda Agil Bagus Wicaksono (IPK 3.88), Hervina Renovaka Pradev Devi (IPK 3.94), Khoirotul Ula (IPK 3.97), dan Windiyati Nugroho (IPK 3.98). [ipl/ian]






