Surabaya (beritajatim.com) – Beberapa waktu yang lalu, Institute Tropical Disease (ITD) Unair sempat mengumumkan bahwa telah ditemukan varian baru dari Inggris (B117) dan Afrika Selatan (B1351).
Namun temuan itu bukanlah hasil dari temuan penyekatan yang terjadi di Bangkalan Madura. Melainkan temuan dari hasil test Whole Genom Sequencing (WGS) untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sebelumnya sudah dikarantina dan dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI). Kedua pasien itu pun telah sembuh dengan hasil PCR negatif dua kali berturut-turut sebelum dikembalikan ke masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Rektor Unair, Prof Muh Nasih. Bahwa, hasil dari WGS dari ITD bukanlah hasil dari penyekatan yang dilakukan di Bangkalan Madura.
“Temuan yang dikeluarkan oleh ITD itu bukan hasil dari penyekatan di Bangkalan Madura, tapi hasil dari WGS PMI yang satu bulan lalu,yakni hasil dari 12 Mei.” tegas Prof Nasih, Rabu (9/6/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-bangkalan”]
Untuk hasil yang dari penyekatan dari Bangkalan, Rektor mengatakan bahwa tidak bisa didapatkan dengan cepat. Saat ini pun, ITD sedang mengerjakan 40 sample.
“Temuan itu jangan dikait kaitkan dengan penyekatan di Bangkalan, karena secara teoritis WGD itu tidak bisa dilakukan dengan cepat dan membutuhkan waktu. Sample baru masuk 2 hari lalu ke ITD, jadi kira kira baru sabtu atau minggu besok bisa diketahui hasilnya,” pungkas Prof Nasih. [adg/but]







