Bojonegoro (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro optimis pengerjaan 170 gedung sekolah rusak yang dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun P-APBD 2022 rampung tahun ini.
“Sekarang sudah proses mulai persiapan tender singkat, saya yakin tiga bulan waktu yang tersisa masih cukup,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Fathur Rohim, Senin (3/10/2022).
Keterlambatan pengerjaan gedung sekolah itu terjadi lantaran Disdik awalnya melempar pengerjaan fisik kepada dinas teknis yakni Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) sesuai rekomendasi KPK saat melakukan monitoring dan evaluasi di Bojonegoro tahun 2021.
[berita-terkait number=”5″ tag=”disdik-bojonegoro”]
“Sebenarnya hasil rekom KPK, seharusnya dikerjakan dinas teknis ya. Kalau sejak awal bisa dikerjakan sana, lebih baik. Jadi kita bisa lebih fokus dengan pembelajarannya, tapi memang komunikasinya agak telat sehingga dinas teknis tidak bersedia menerima,” katanya.
Ratusan gedung sekolah tingkat SD dan SMP yang mengajukan perbaikan itu akhirnya baru akan ditenderkan setelah melakukan rapat hearing dengan DPRD setempat. Pengerjaan akan dilakukan dengan sistem tender cepat. “Mungkin dua sampai tiga minggu sudah selesai proses tendernya,” jelasnya.
Pihaknya optimistis dengan mepetnya waktu yang hanya tinggal tiga bulan ini bisa menyerap seluruh anggaran untuk pengerjaan rehab gedung sekolah rusak. Data di dinas pendidikan, pengajuan untuk pengerjaan ruang kelas baru (RKB) maupun rehab kelas untuk sekolah dasar (SD) dan SMP tahun 2022 ini direncanakan sebanyak 102 sekolah.
Rinciannya, gedung SD sebanyak 92 lokasi dan SMP 10 lokasi dengan plafon anggaran sekitar Rp31 miliar. Kemudian ditambah lagi anggaran dalam P-APBD ada usulan lagi 68 lokasi. Usulan di P-APBD itu rata-rata rehab gedung dan pembangunan pagar dianggarkan senilai Rp13 miliar. [lus/kun]






