Surabaya (beritajatim.com) – Ada tim yang cekatan saat di kualifikasi maupun saat berlaga di kompetisi. Ada juga tim yang jago di kualifikasi, tetapi payah di kompetisi. Contoh kedua tersebut banyak dikaitkan dengan skuad timnas The Three Lions.
Timnas Inggris hampir selalu tampil gagah dan tidak jarang menang besar. Selain itu, dalam empat edisi kualifikasi terakhir yang dimainkan tidak termasuk kualifikasi Piala
Dunia 2022, timnas Inggris hanya sekali kalah
Namun nahas, timnas Inggris yang saat ini diasuh Gareth Southgate justru tidak dapat berbicara banyak di kompetisi resmi. Mereka sudah sangat lama mengalami puasa gelar. Berikut ini beberapa hal yang berkaitan dengan nasib sial Timnas Inggris.
Diuntungkan oleh Drawing (Kualifikasi)
Pada dasarnya, timnas Inggris mendapatkan untung di kualifikasi karena saat drawing selalu berada di pot 1. Otomatis lawan Inggris di kualifikasi akan cukup mudah. Semua tidak lepas dari peringkat FIFA yang Timnas Inggris dapatkan. Hampir selalu 10 besar FIFA.
Hasilnya timnas Inggris selalu menjadi juara grup selama kualifikasi dalam 5 turnamen terakhir yang mereka ikuti. Bahkan tercatat sebagai satu-satunya tim yang meraih poin sempurna saat kualifikasi Euro 2016.
Minim Mental Juara
Sayangnya meski selalu diuntungkan mendapatkan lawan yang cukup mudah saat kualifikasi, ternyata tidak menjamin timnas Inggris bakal mencapai kesuksesan di turnamen akbar. Dari 5 turnamen terakhir yang diikuti, tidak ada satupun trofi yang dapat dibawa ke London.
Bahkan Timnas Inggris pertama dan terakhir kali juara pada tahun 1966. Itu pun di negara sendiri karena menjadi tuan rumah. Sudah banyak yang tahu jika timnas Inggris tidak memiliki mental juara meskipun selalu difavoritkan juara.
Minim Taktik
Final Euro 2020 menjadi salah satu pertandingan yang paling dikritik karena terkait taktik yang digunakan. Gareth Southgate selaku pelatih dinilai salah mengganti Declan Rice, padahal duetnya dengan Kalvin Phillips mampu meredam pemain timnas Italia.
Selain itu, Jadon Sancho dan Bukayo Saka dimasukkan untuk adu penalti dan keduanya gagal mengeksekusi. Timnas Inggris seperti tidak tahu bagaimana mencari solusi dan terlihat sangat keliru dalam mengambil tindakan itu.
Beberapa alasan itulah yang mendasari Timnas Inggris juga mendapat julukan raja tanpa mahkota. [dan/tur]






