Malang (beritajatim.com) – Pelatih Rans Nusantara, Rahmad Darmawan mengungkapkan beberapa faktor yang membuat timnya kalah atas Arema FC. The Phoenix menyerah 4-2 atas Singo Edan dalam laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu (23/8/2022).
“Kita bermain, pertama diawal-awal terlalu mudah sekali lawan mencetak gol. Kita terlalu luasa memberikan ruang, sehingga jarak antara lini tidak berjalan dengan efektif dan akhirnya dimanfaatkan oleh pemain Arema. Tapi setelah itu kita melakukan perubahan dimenit 20 sampai 25. Pemain mulai menemukan kepercayaan diri dan kita sukses mengkonversikan gol di babak pertama,” kata Rahmad Darmawan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”arema-fc”]
Pelatih yang akrab disapa RD itu menuturkan pemainnya kurang sabar dalam membangun serangan di awal-awal laga. Pemain terburu-buru hingga meninggalkan jarak yang cukup lebar antar lini per lini. Hal inilah yang dimanfaatkan Arema.
“Yang jadi masalah adalah anak-anak menggebuh diawal, sehingga meninggalkan jarak yang cukup lebar antar lini depan dan belakang. Jadi yang terjadi itu, mereka memaksakan presure dan akhirnya lini belakang belum siap. Sehingga celah di lini tengah berhasil dimaksimalkan baik oleh Arema,” ujar RD.
Di jeda babak pertandingan dia mengingatkan pemain Rans untuk lebih disiplin terutama pada barisan lini belakang. Meski hasilnya mereka tetap kemasukan 1 gol sekaligus mengunci kemenangan Arema menjadi 4-2.
“Dibabak kedua saya mencoba untuk mengingatkan kepada pemain pentingnya posisi saat bertahan. Sayang hari ini kita lagi-lagi kecurian dari satu skema serangan yang sebetulnya tidak terlalu bahaya. Tapi menjadi satu kesulitan bagi pemain kita,” tandasnya. [luc/suf]






