Surabaya (beritajatim.com) – Indonesia masih memiliki harapan di ajang All England 2026 setelah ganda putra muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berhasil memastikan tempat di babak semifinal. Pasangan muda tersebut menjadi satu-satunya wakil Merah Putih yang tersisa dalam turnamen bulu tangkis bergengsi yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Inggris.
Raymond/Joaquin memastikan tiket semifinal setelah menumbangkan unggulan ketiga asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang, pada pertandingan perempat final yang digelar Jumat (6/3/2026) waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB.
Kemenangan tersebut menjadi pencapaian penting bagi pasangan muda Indonesia tersebut. Selain menjadi wakil terakhir Indonesia di semifinal, hasil itu juga menjadi semifinal perdana mereka di level BWF World Tour Super 1000.
Prestasi Raymond/Joaquin semakin terasa istimewa karena keduanya baru pertama kali tampil di ajang All England. Meski berstatus debutan dan masih tergolong pemain muda, pasangan ini mampu menunjukkan performa impresif dengan menyingkirkan sejumlah lawan kuat.
Raymond menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. Ia mengaku sangat senang dapat menembus semifinal di salah satu turnamen bulu tangkis paling prestisius di dunia.
Menurut Raymond, kesempatan tampil di semifinal All England menjadi pengalaman yang sangat berharga. Ia menegaskan bahwa dirinya bersama Joaquin ingin memberikan penampilan terbaik demi membawa nama Indonesia.
Sementara itu, Joaquin mengaku tidak menyangka bisa melangkah sejauh ini. Namun, ia menilai hasil tersebut menjadi bukti bahwa mereka mampu bersaing dengan pasangan papan atas dunia.
Perjalanan Raymond/Joaquin menuju semifinal tidak terlepas dari mental bertanding yang kuat. Meski menghadapi lawan dengan peringkat lebih tinggi dan pengalaman lebih banyak, pasangan muda Indonesia itu tetap tampil percaya diri.
Joaquin menjelaskan bahwa mereka memasuki pertandingan dengan keyakinan bahwa setiap pasangan memiliki peluang yang sama untuk menang. Pola pikir tersebut membantu mereka tampil lepas sepanjang pertandingan.
Selain itu, Raymond/Joaquin juga menjadikan pertandingan melawan pasangan senior sebagai tantangan untuk terus berkembang. Kesempatan menghadapi pemain-pemain top dunia justru dimanfaatkan untuk mengukur kemampuan mereka di level tertinggi.
Keberhasilan menumbangkan Liang/Wang semakin menegaskan bahwa pencapaian mereka di All England 2026 bukan sekadar keberuntungan.
Meski berhasil mencetak kejutan di perempat final, tantangan lebih besar sudah menanti Raymond/Joaquin di babak semifinal. Mereka dijadwalkan menghadapi ganda putra nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae.
Pertandingan semifinal tersebut akan berlangsung pada Sabtu (7/3/2026) waktu setempat atau Minggu dini hari WIB.
Sebagai satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa, Raymond/Joaquin tentu menghadapi tekanan besar. Namun, pasangan muda ini menegaskan tidak ingin menjadikan situasi tersebut sebagai beban.
Menariknya, kedua pasangan belum pernah bertemu sebelumnya di turnamen internasional. Kondisi ini bisa menjadi keuntungan bagi Raymond/Joaquin karena gaya permainan mereka belum sepenuhnya dipahami oleh pasangan Korea Selatan tersebut.
Jika mampu tampil konsisten seperti di pertandingan sebelumnya, Raymond/Joaquin berpeluang menciptakan kejutan sekaligus menjaga asa Indonesia meraih gelar di All England 2026. (aga)






