Surabaya (beritajatim.com) – Tak banyak yang tahu bahwa 24 Januari diperingati sebagai Hari Tertawa Perut Sedunia. Terdengar unik bukan?
Hari tersebut adalah hari di mana setiap orang dapat tertawa terbahak-bahak, baik karena sesuatu yang lucu di internet, meme, atau mungkin acara-acara komedi.
Menurut Days of the Year, sejarah hari Tertawa Perut Sedunia berawal dari kesadaran para peneliti yang mempelajari ilmu tawa di mana disebut dengan gelotologi. Meskipun begitu, para ahli belum bisa memastikan tentang sejarah tawa.
Tertawa sendiri merupakan respon yang diberikan terhadap rangsangan eksternal atau internal. Seperti yang telah dialami banyak orang, tawa muncul bisa dari digelitik oleh orang lain atau di mana seseorang hanya memikirkan sesuatu yang lucu di dalam kepala.
Tak hanya itu, ternyata tertawa memiliki dampak kesehatan yang baik untuk manusia. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa tertawa memiliki manfaat baik secara jangka pendek maupun jangka panjang. Seperti ulasan berikut.
1. Menstimulasi organ dalam tubuh
Tanpa kalian sadari, tertawa mampu meningkatkan asupan udara yang kaya akan oksigen, hal tersebut akan memicu kinerja jantung, paru, otot, serta menambah endorfin yang dilepaskan oleh otak.
Bisa dibilang bahwa tertawa dapat menstimulasi organ-organ dalam tubuh sehingga kalian tetap memiliki tubuh yang sehat dan bugar.
2. Meredakan stress
Bagi anda yang sedang merasa stress entah karena pekerjaan, deadline tugas, dan lain-lain, tertawa mungkin bisa menjadi salah satu pengalihan. Tertawa yang terbahak-bahak akan meningkatkan respon stres kemudian menurunkannya.
Begitu pula dengan detak jantung yang meningkan dan kembali menurun. Hal tersebut akan menimbulkan perasaan yang melegakan sekaligus memberikan relaksasi untuk otak dan tubuh.
3. Sarana Berolahraga
Siapa sangka bahwa ternyata tawa merupakan bentuk dari olahraga. Ketika tertawa, detak jantung, laju pernapasan, dan konsumsi oksigen akan meningkat, hampir sama seperti yang terjadi saat kalian berolahraga.
Faktanya, penelitian dari Vanderbilt University mengatakan bahwa tertawa selama 10-15 menit bisa membakar sebanyak 10-40 kalori.
Hal ini karena tertawa melibatkan diafragma dalam tubuh juga beberapa otot-otot perut pun mengalami kontraksi berulang-ulang.
Selain manfaat di atas, kalian juga bisa mendapatkan dampak secara jangka panjang seperti yang di bawah ini.
1. Meningkatkan sistem imun.
Tak banyak diketahui, pikiran negatif yang selama ini dialami oleh beberapa orang bentuk dari reaksi kimia, yang mana memengaruhi tubuh dan membawa lebih banyak stres ke dalam sistem tubuh.
Alhasil sistem kekebalan tubuh juga akan menurun. Dengan tertawa, maka kalian akan menerima pikiran positif dan melepaskan neuropeptida, yang mana hal tersebut membantu melawan stres atau potensi penyakit lebih serius
2. Redakan nyeri
Percayakah kalian bila tertawa dapat redakan rasa nyeri? Ini karena ketika tertawa, tubuh akan memproduksi obat penghilang rasa sakit alami, sehingga secara perlahan rasa nyeri akan menghilang.
3. Tingkatkan kreativitas
Seperti yang disebutkan sebelumnya, tertawa bisa menstimulasi kerja berbagai organ dalam tubuh, salah satunya otak. Saat tertawa, tubuh akan menghasilkan hormon endorfin juga banyak oksigen yang masuk ke dalam otak.
Hal ini bisa mengoptimalkan sistem kerja otak kiri dan otak kanan menjadi seimbang. Sehingga kalian akan menambah ide-ide dan wawasan kreatif yang bisa dikembangkan lagi.
4. Mencegah Kanker
Dalam jangka waktu yang panjang, intensitas tertawa yang terus-menerus ternyata bisa melawan pertumbuhan sel kanker. Yang dapat melawan sel kanker ini disebut sel IFN (Inferteron-gamma), terdiri dari beberapa komponen fungsinya sebagai pertahanan tubuh terhadap virus.
Lebih banyak sel inferteron yang di hasilkan tubuh membuatnya akan mudah menyembuhkan sel-sel yang rusak seperti akibat radikal bebas atau penularan virus.
Nah itulah mengapa kita perlu lebih sering tertawa, tak hanya berdampak baik untuk diri sendiri namun juga dapat menyebarkan energi positif untuk orang sekitar. (mnd/ian)






