Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 80, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengisi momen bersejarah ini. Selain mengikuti upacara atau lomba 17 Agustus, menonton film bertema perjuangan juga bisa menjadi pilihan yang sarat makna.
Sejumlah film Tanah Air mengangkat kisah heroik para pahlawan serta semangat rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Berikut delapan rekomendasi film kemerdekaan yang bisa Anda tonton saat 17 Agustus.
1. Merah Putih (2009)
Film pertama dari rangkaian “Trilogi Merdeka” ini mengambil latar Agresi Militer Belanda I pada tahun 1947. Kisahnya berfokus pada lima pemuda dari latar belakang berbeda yang disatukan dalam Sekolah Tentara Rakyat: Amir (Lukman Sardi), Marius (Darius Sinathrya), Thomas (Donny Alamsyah), Soerono (Zumi Zola), dan Dayan (Rifnu Wikana).
Ketika desa mereka diserang Belanda, para pemuda ini harus berjuang dengan persenjataan seadanya. Persahabatan, pengorbanan, dan semangat yang tak pernah padam menjadi kekuatan utama mereka di medan perang.
2. Soekarno (2013)
Disutradarai oleh Hanung Bramantyo, film ini menampilkan perjalanan hidup Sang Proklamator Indonesia. Ario Bayu memerankan Bung Karno dengan apik, didukung Lukman Sardi, Maudy Koesnaedi, hingga Sujiwo Tejo.
Film berdurasi 137 menit ini menggambarkan keberanian Soekarno yang keluar masuk penjara karena teriakan “merdeka”. Meski sempat menuai kontroversi, film ini berhasil meraih penghargaan Film Terpuji di Festival Film Bandung 2014.
3. Jenderal Soedirman (2015)
Mengangkat kisah perjuangan Jenderal Soedirman, film ini memperlihatkan keteguhan sang panglima dalam memimpin perang gerilya melawan Belanda meski sakit paru-paru. Selama tujuh bulan, ia memimpin perlawanan dengan menjadikan Jawa sebagai basis perang gerilya hingga akhirnya meraih kemenangan.
4. Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015)
Reza Rahadian memerankan sosok Tjokroaminoto, seorang bangsawan Jawa yang memilih hidup sederhana demi memperjuangkan rakyat. Di Surabaya, ia dipercaya memimpin Sarekat Islam dan menjadi tokoh penting perlawanan terhadap penjajahan Belanda.
Film ini juga menyoroti peran Tjokroaminoto dalam membentuk pemikiran tokoh-tokoh pergerakan nasional berikutnya.
5. Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta (2018)
Kisah Sultan Agung (Ario Bayu) menjadi inti cerita film ini. Selain melawan VOC di Batavia, Sultan Agung juga berjuang menyatukan para adipati di Jawa. Tak hanya menyoroti strategi politik dan militernya, film ini turut menghadirkan sisi romantis lewat kisah cintanya dengan Lembayung (Putri Marino).
6. Perburuan (2019)
Diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer, film ini mengisahkan Hardo (Adipati Dolken), seorang bekas prajurit PETA yang bersembunyi di hutan Blora setelah kegagalan melawan Jepang. Film arahan Richard Oh ini menyoroti pergulatan batin, semangat perlawanan, dan rasa kehilangan di masa pasca-penjajahan Jepang.
7. De Oost (2020)
Film ini berbeda dari film kemerdekaan lainnya karena mengambil sudut pandang Belanda. Disutradarai Jim Taihuttu, De Oost bercerita tentang seorang tentara muda Belanda yang dikirim ke Indonesia pada masa Revolusi Nasional.
Film ini juga menampilkan kekejaman pembantaian Westerling. Sejumlah aktor Indonesia seperti Lukman Sardi, Putri Ayudya, dan Yayu A.W. Unru turut terlibat, meski penayangannya sempat memicu kontroversi.
8. Kadet 1947 (2021)
Film ini mengangkat kisah heroik para kadet Angkatan Udara di Yogyakarta yang masih berstatus taruna namun berani melakukan aksi patriotik. Mereka menyerang markas Belanda di Semarang, Salatiga, dan Ambarawa pada 29 Juli 1947.
Dibintangi Bisma Karisma, Kevin Julio, Chicco Kurniawan, hingga Marthino Lio, film ini menyoroti semangat generasi muda dalam mempertahankan kemerdekaan.
Menonton film bertema perjuangan tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi cara untuk kembali mengingat jasa para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan Indonesia.
Delapan film di atas bisa menjadi pilihan menarik untuk mengisi waktu di Hari Kemerdekaan. Jadi, tidak ada salahnya menjadikan menonton film kemerdekaan sebagai tradisi setiap 17 Agustus untuk mengenang arti kemerdekaan yang sesungguhnya.(mnd/kun)






