Banyuwangi (beritajatim.com) – Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu mengindentifikasi sejumlah titik rawan bencana di Banyuwangi. Seperti daerah pegunungan yang rawan akan bencana gunung berapi dan tanah longsor, gempa bumi, dan bencana tsunami dan air rob di pesisir laut.
“Rawan bencana di Banyuwangi kompleks, mulai dari gunung merapi, gempa bumi, longsor, laut, hingga potensi kebakaran hutan yang terjadi tahun lalu,” terang Kapolresta Banyuwangi, AKBP Nasrun Pasaribu, Senin (25/10/2021).
Kapolresta mengatakan, keberhasilan penanggulangan bencana sangat bergantung pada sistem penanggulangan bencana yang didukung sarana dan prasarana yang mumpuni. Serta koordinasi yang baik antar stakeholder dan masyarakat di wilayah rawan bencana.
“Mari kita bahu membahu terus melatih budaya siaga bencana melalui rencana aksi daerah dalam pengurangan resiko bencana,” ajak Nasrun.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banyuwangi”]
Menurut Nasrun, apel ini dalam rangka bagian dari upaya pengecekan personel dan materil untuk menunjang kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Banyuwangi.
“Ini adalah langkah antisipasi. Bencana memang tidak kita inginkan, tetapi kita harus siap jauh-jauh hari untuk menghadapi bencana,” kata Nasrun.
Maka dari itu, lanjut Nasrun, untuk meningkatkan kesigapan bencana pihaknya terus melakukan simulasi kebencanaan di samping penanggulangan Covid-19 yang tetap menjadi prioritas penanganan.
“Covid-19 tetap jadi prioritas perhatian di Banyuwangi. Namun, masalah bencana alam tetap harus kita antisipasi,” tegas Nasrun. (rin/ted)






