Gresik (beritajatim.com) – Ratusan warga Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, Jawa Timur, panen semangka di lahan tandus, tadah hujan. Warga berebut semangka tanpa biji sebagai wujud syukur hasil panenu yang melimpah.
Warga berhamburan ke tengah lahan buah semangka yang belum dipetik. Buah semangka jenis estim ini menjadi rebutan warga setelah diborong pemerintah Desa Gredek.
Satu warga bisa mendapatkan enam buah hingga puluhan semangka. Warga mengaku senang bisa mendapatkan semangka gratis. Meski harus berpanas-panasan saat berebut. Buah semangka hasil panen ini akan dimakan sendiri bersama keluarga serta tetangga.
Musrifah salah satu warga Desa Gredek menuturkan, dirinya mendapat enam buah semangka lalu dimakan sendiri.
“Untuk dimakan sendiri mas meski harus berebut dengan tetangga,” ujarnya, Jumat (1/10/2021) sambil tersenyum.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kecamatan-duduk-sampeyan”]
Kepala Desa Gredek Muhammad Bahrul Ghofar mengatakan, semangka yang diborong pemerintah desa sengaja diberikan ke masyarakat secara gratis sebagai wujud syukur hasil panen yang melimpah.
“Sudah empat musim ini budidaya semangka estim menghasilkan 8,5 ton dalam satu hektar. Dengan keuntungan mencapai Rp 32 juta,” katanya.
Ia menambahkan, dari total 275 hektar, 12 hektar dimanfaatkan budidaya semangka. Hasilnya, perhektarnya bisa 8,5 ton, dan ini bisa menambah sisi ekonomi keluarga.
“Selain membudidaya semangka petani di desa kami juga petani tadah hujan menanam padi,” imbuhnya. (dny/ted)






