Gresik (beritajatim.com)- Keberadaan transportasi becak saat ini trennya sedang menurun pasca ada ojek online. Kondisi ini sangat dirasakan oleh Ngariyatno (57) seorang tukang besak asal Desa Pundut Terate, Kecamatan Benjeng, Gresik.
Bapak dua orang anak itu, terpaksa mengayuh becak setelah tenaganya sebagai buruh tani di desanya tidak dipakai lagi. Sejak pagi hari, Ngariyatno yang biasanya mangkal di Rumah Sakit Grha Medika Petrokimia Gresik di Jalan Ahmad Yani menunggu warga yang hendak diantar menggunakan transpotasi becak.
“Saya hampir 10 tahun menjalani profesi tukang becak. Biasanya mangkal di sekitar perusahaan Petrokimia Gresik mencari penumpang,” ujarnya, Kamis (17/7/2025).
Ngariyatno bercerita dirinya banting setir sebagai tukang becak demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Kendati kadang tidak mendapatkan pelanggan profesi yang dijalani ini tetap dilakukan agar dapur tetap mengebul.
“Sekarang banyak warga jarang menggunakan transpotasi becak karena kalah sama ojek online. Tapi saya tetap bersyukur masih diberi kesehatan,” ungkapnya.
Kondisi yang dialami Ngariyatno sama dirasakan oleh M.Soleh (61) warga Kelurahan Sukodono, Kecamatan Gresik. Bapak empat cucu ini menuturkan, susah mencari penumpang ditengah modernisasi transpotasi.
“Hampir 28 tahun saya mengayuh becak dan tetap dijalani sampai sekarang meski jarang ada penumpang,” tuturnya.
Ngariyatno dan M.Soleh merupakan potret kehidupan sosial masyarakat yang berjuang demi mendapatkan sesuap nasi dan dapur tetap mengebul.
Setiap harinya penghasilannya tidak menentu. Kadang mendapatkan Rp 30 ribu. Kalau ramai tidak sampai Rp 100 ribu.
“Saya mengapresiasi bantuan yang diberikan Petrokimia Gresik. Berupa uang Rp 200 ribu, makanan dan minuman serta handuk,” urainya sambil tersenyum.
Dirut Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, becak merupakan transportasi jaman dulu yang ramah lingkungan. Bahkan di negara Eropa transpotasi ini banyak dimanfaatkan oleh warga disana.
“Becak bukan hanya transpotasi, tapi transpotasi ramah lingkungan. Kami berbagi berkah dengan 531 tukang becak ditengah 53 tahun operasional perusahaan Petrokimia Gresik dalam mewujudkan swasembada pangan. Bantuan yang diberikan ini wujud dari kami serta titip doa buat keberlangsungan perusahaan,” pungkasnya. [dny/ian]






