Gresik (beritajatim.com) – Enam hari terputus akibat cuaca ekstrem membuat arus penumpang dari Pulau Bawean akhirnya meledak. Sebanyak 247 penumpang yang tiba menggunakan KM Ekspress Bahari 6F memadati Pelabuhan Gresik setelah pelayaran sempat lumpuh akibat gelombang tinggi di Laut Jawa.
Lonjakan penumpang tersebut langsung mendapat pengawalan ketat dari jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan Gresik. Aparat disiagakan sejak kapal mendekati dermaga untuk memastikan proses sandar hingga penumpang meninggalkan pelabuhan berlangsung aman tanpa menimbulkan kepadatan yang berpotensi mengganggu aktivitas.
Kapal cepat Ekspress Bahari 6F merapat sekitar pukul 12.25 WIB dengan membawa 247 penumpang yang terdiri atas 241 orang dewasa, lima balita, serta seorang pasien yang membutuhkan penanganan medis segera setelah tiba di daratan.
Membludaknya jumlah penumpang tidak lepas dari penghentian seluruh pelayaran menuju dan dari Pulau Bawean sejak 24 hingga 29 Juli 2026. Selama hampir sepekan, cuaca buruk dan gelombang tinggi membuat ratusan warga terpaksa menunda perjalanan.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gresik AKP Ali Fauzi mengatakan, pengamanan tidak hanya difokuskan pada area dermaga, tetapi juga pengaturan lalu lintas kendaraan dan arus keluar-masuk penumpang agar tidak terjadi kemacetan.
“Kami memastikan seluruh rangkaian kedatangan berjalan aman, tertib, dan lancar. Hari ini jumlah penumpang meningkat karena akumulasi perjalanan yang tertunda akibat kondisi cuaca beberapa hari terakhir,” katanya, Kamis (30/7/2026).
Tak sekadar menjaga keamanan, personel kepolisian juga memberikan pelayanan kemanusiaan kepada penumpang yang membutuhkan bantuan. Sejumlah lansia diantar menggunakan mobil patroli menuju area parkir agar tidak kelelahan menempuh jarak dari dermaga.
Sementara itu, seorang penumpang yang berstatus pasien langsung dievakuasi dari kapal menuju ambulans yang telah disiagakan di pelabuhan. Proses evakuasi berlangsung cepat sehingga pasien dapat segera memperoleh penanganan medis lanjutan.
Kolaborasi antara Polsek Kawasan Pelabuhan Gresik, Syahbandar Kelas II Gresik, serta instansi terkait membuat seluruh proses debarkasi berlangsung tertib meski jumlah penumpang meningkat tajam. (dny/kun)






