Ngawi (beritajatim.com) — Warga Desa Hargomulyo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa busana yang tergeletak di pinggir sungai kawasan wisata Air Terjun Suwono Indah Park, Minggu (1/11/2026) siang. Lokasi penemuan ini berada di area objek wisata yang diketahui telah ditutup sejak empat tahun terakhir.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh sekelompok anak-anak setempat yang hendak mandi di sungai sekitar pukul 14.00 WIB. Temuan jenazah berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia di atas 25 tahun itu kemudian langsung dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, aparat kepolisian dari Polsek Ngrambe bersama tim identifikasi langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun, proses evakuasi jasad korban sempat menghadapi kendala berat akibat medan menuju pinggir sungai yang cukup curam.
Petugas gabungan harus berjibaku membawa jasad korban dengan cara berjalan kaki sejauh dua kilometer menyusuri jalur terjal sebelum akhirnya bisa memasukkannya ke dalam mobil ambulans.
Kepala Desa Hargomulyo, Susilo, menjelaskan bahwa penemuan tragis ini bermula dari aktivitas anak-anak kecil di desa setempat yang hendak mandi di aliran sungai dekat air terjun.
“Ada anak-anak kecil hendak mandi di sungai dekat air terjun, terus menemukan jasad perempuan tanpa busana itu, terus dilaporkan ke kita hingga ke polisi,” ujar Susilo.
Sementara itu, Kapolsek Ngrambe, AKP Agus Hari Santoso, membenarkan peristiwa penemuan mayat tanpa identitas tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan personel untuk mengamankan lokasi dan mengumpulkan bukti-bukti awal.
“Kita dapat laporan, kita datangi lokasi, kita lakukan olah TKP, ciri-ciri perempuan usia 25 tahunan tanpa busana,” kata AKP Agus Hari Santoso.
Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih belum dapat dipastikan. Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut dan mengetahui penyebab kematiannya, jasad korban telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soeroto Ngawi untuk menjalani visum et repertum.
Peristiwa ini menyita perhatian luas masyarakat setempat mengingat lokasi penemuan berada di kawasan wisata yang selama ini tertutup untuk umum. Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Ngawi dan sekitarnya, yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut untuk segera melapor ke Polsek Ngrambe atau kantor polisi terdekat guna membantu proses identifikasi. Penyelidikan intensif kini masih terus dikembangkan oleh aparat penegak hukum untuk mengungkap identitas korban serta motif di balik peristiwa tersebut. [fiq/aje]






