Banyuwangi (beritajatim.com) – Sebanyak 460 orang mendapatkan SK penetapan jabatan fungsional sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Dari jumlah itu, di antaranya guru dan tenaga kesehatan (nakes) yang lolos seleksi CPNS tahun 2019 dan 2020.
Ratusan pegawai tersebut menjalani pengambilan sumpah dihadapan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan. Ada pesan yang tersirat dari prosesi itu. Bupati Ipuk menyampaikan pesan kepada para penerima SK untuk terus meningkatkan etos kerja.
Pasalnya, ada sejumlah tantangan yang harua dihadapi daerah saat ini semakin berat. Tuntutan masyarakat pun terus meningkat, sehingga dibutuhkan komitmen dan kerja keras bersama seluruh pihak untuk bisa mewujudkan pelayanan prima sesuai harapan publik.
“PNS harus bekerja out of the box. Jangan hanya bekerja ala kadarnya, hanya melakukan rutinitas. Guru harus beradaptasi dengan sistem pembelajaran yang sesuai dengan jaman generasi sekarang. Wawasan semacam ini perlu sehingga apa yang disampaikan lebih mengena,” pesan Ipuk.
Secara khusus kepada para guru, Ipuk berpesan agar mereka turut andil dalam upaya pencegahan tindak kekerasan dan peruntungan (bullying) di lingkungan sekolah. “Kasus bullying telah menjadi salah satu tolok ukur kinerja sekolah, khuausnya kepala sekolah. Jadi ini menjadi perhatian kita semua,” tegas Ipuk.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banyuwangi, Ilzam Nuzuli, menjelaskan sebanyak 460 PNS yang menerima SK penetapan jabatan fungsional tersebut, terdiri atas 438 tenaga guru dan 22 tenaga kesehatan. “Tenaga kesehatan ini terdiri atas dokter, bidan, dan perawat,” urainya. (rin/kun)
BACA JUGA: Melihat Sentra Kerajinan Bambu di Banyuwangi yang Mendunia






