Madiun (beritajatim.com) – Persiapan keberangkatan ibadah haji 2026 bagi calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Madiun mulai memasuki tahap penting. Ratusan CJH kini menjalani vaksinasi meningitis yang digelar serentak di sejumlah puskesmas sejak pekan ini, Jumat (6/2/2026).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujianto, menyampaikan bahwa seluruh calon jemaah telah melewati tahapan pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan istitaah atau memenuhi syarat kesehatan untuk menunaikan ibadah haji.
“Tahun ini jumlah calon jemaah haji Kabupaten Madiun sebanyak 458 orang. Rinciannya 452 jemaah reguler, dua pembimbing kloter, tiga Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), dan satu Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD),” jelas Agung.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga menyiapkan 22 calon jemaah cadangan yang akan diprioritaskan apabila terdapat tambahan kuota keberangkatan dari Kementerian Agama.
Untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun menerima 440 dosis vaksin meningitis dari Kementerian Kesehatan. Jumlah tersebut ditambah sisa stok tahun sebelumnya sebanyak 39 dosis, sehingga total tersedia 479 dosis vaksin.
“Vaksinasi sudah mulai dilaksanakan oleh petugas kesehatan di puskesmas masing-masing. Distribusi vaksin dilakukan sejak awal pekan,” tambahnya.
Agung menegaskan, vaksin meningitis merupakan syarat wajib dari Pemerintah Arab Saudi bagi seluruh jemaah haji. Selain itu, jemaah juga diwajibkan menerima vaksin polio, yang pelaksanaannya masih menunggu distribusi vaksin dari Kementerian Kesehatan dan direncanakan setelah Hari Raya Idulfitri.
Sebelum vaksin disuntikkan, petugas kesehatan melakukan pemeriksaan kondisi jemaah, seperti pengecekan tekanan darah dan kondisi fisik secara umum. Apabila jemaah sedang mengalami demam atau gangguan kesehatan, vaksinasi akan ditunda hingga kondisi dinyatakan stabil.
Sementara itu, salah satu calon jemaah haji asal Kabupaten Madiun, Eko Budi Haryanto, mengaku telah mempersiapkan kondisi fisiknya sejak dini. Ia rutin berolahraga ringan untuk menjaga stamina selama menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
“Setiap pagi saya biasa jalan kaki sekitar tiga sampai empat kilometer. Ini untuk persiapan aktivitas di sana,” ujarnya.
Eko juga mengikuti vaksinasi meningitis dan influenza sebagai langkah antisipasi terhadap penyakit yang kerap menyerang jemaah haji.
“Tadi ikut vaksin meningitis dan influenza. Biasanya di sana rawan batuk pilek, apalagi meningitis memang wajib,” pungkasnya.
Dengan tahapan vaksinasi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun berharap seluruh calon jemaah dapat menjalani ibadah haji dengan kondisi sehat dan aman selama berada di Arab Saudi. [rbr/aje]






