Bojonegoro (beritajatim.com) – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro menggelar rapat kerja bersama stakeholder untuk membahas ulang sewa Stadion Letjend H Soedirman, Jumat (5/1/2024). Namun, rapat yang digelar di ruang komisi itu gagal karena kurang pihak.
Sesuai jadwal, rapat mulai pukul 09.00 WIB. Beberapa pihak yang diundang yakni Pimpinan DPRD dan Komisi C, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), panitia penyelenggara (Panpel), manajemen Persibo, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, serta elemen suporter.
Namun, hingga pukul 11.26 WIB, pimpinan DPRD, Bapenda, dan elemen suporter tak kunjung hadir. “Karena rapat ini kurang pihak yang keterangannya sangat penting kita dengarkan, maka kita jadwal ulang,” ujar Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto.
Politisi Partai Golkar itu memperkirakan, pertemuan ulang pembahasan sewa stadion yang akan dijadikan home base Persibo Bojonegoro dalam babak 28 besar Liga 3 PSSI Jatim itu diperkirakan antara tanggal 10 hingga 17 Januari.
“Rapat ini memenuhi janji kami Komisi C mengakomodir permintaan teman-teman suporter dan manajemen Persibo mencarikan solusi sewa stadion dengan memfasilitasi pertemuan,” ujar Mas Pri, sapaannya.
Sementara Kepala Dinpora Kabupaten Bojonegoro Amir Syahid berpendapat bahwa elemen suporter dan Bapenda ini sangat penting untuk bertukar informasi dalam pembahasan sewa stadion. Sebab, soal retribusi, pihaknya mengaku hanya melaksanakan regulasi.
“Kaitannya dengan retribusi, kami Dinpora hanya melaksanakan regulasi yang ada, jadi tidak memiliki kewenangan untuk mengurangi atau mengubah regulasi yang ada,” kata Amir Syahid.
Sementara Ketua Panpel Persibo Bojonegoro Lasmiran yang saat itu hadir bersama Manajer Persibo Hendri Arifianto berpendapat serupa dan sepakat dengan penyampaian Dinpora. Sebab, jika tidak ada elemen suporter ditakutkan terjadi miskomunikasi atau mispemahanan.
“Alangkah baiknya ditunda lain waktu, apalagi belum ada pula kejadiran Bapenda,” ujar pria yang akrab disapa Ambon.
Sementara anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Suyuthi menambahkan, jika jangan sampai para pihak yang diundang ini tidak hadir karena surat undangan yang tidak sampai pada alamat yang dituju. Sehingga kedepan, supaya surat diantar ke masing-masing alamat secara langsung.
“Sebab dari info terakhir yang saya terima, bagian surat menyurat sekretariat ini menyampaikan suratnya semua ke Dinpora, kalau numpuk di sana ya ndak akan sampai,” tandas Suyuthi.
Terpisah, perwakilan elemen suporter Persibo Bojonegoro Arif Setyawan mengaku tidak tahu ihwal adanya rapat kerja bersama pihaknya sebagai salah satu yang terundang. “Tidak dapat undangan,” bebernya saat dikonfirmasi via pesan Whatsapp. [lus/ian]






