Surabaya (beritajatim.com) – “Kami mengacu pada 45 Program Nasional untuk menyampaikan usulan-usulan ini, Diantaranya pembangunan SDM, industri dan perdagangan, infrastruktur, kemiskinan, stunting, dan banjir” jelas mantan bupati Trenggalek ini
Hal itu disampaikan Emil pada Rakornas dengan Menteri Bappenas Suharso Monoarfa bersama Gubernur seluruh Indonesia
“Pembangunan SDM di Jawa Timur salah satunya melalui SMK dengan memperkuat link and match pendidikan dengan industri, kami memiliki program yakni SMK Pengampu SMK ini akan menjadi rujukan untuk SMK lainnya yang ada di Jatim untuk keahlian-keahlian yang akan menjadi fokus SMK tersebut.” tutur Emil
“Ada 5 SMK yang akan menjadi Centre of Gravity untuk pengembangan vokasi berkualitas.
Lokasinya cukup tersebar, ditambah dengan adanya BLK yang akan memperkuat” jelas Emil
“Kami hadir disini diutus oleh ibu Gubernur karena beliau berhalangan hadir, Rakornas ini dalam rangka merangkai rencana pembangunan didaerah agar selaras dengan pemerintah pusat” ujar Emil.
“Sebelum Rakor ini juga telah ada diskusi dengan tim Bappeda untuk mematangkan isu-isu strategis di Jawa Timur” ungkap Emil.
Seperti yang diketahui, pendidikan memiliki multiplayer effect terhadap bidang lain seperti serapan tenaga kerja
“Belum tercukupi tenaga kerja yang terampil dan berkualitas untuk industri berteknologi tinggi, sedangkan Jawa Timur sendiri sebagai penyumbang manufacturing terbesar kedua di Indonesia” ungkap Emil
Disisi lain pembangunan kawasan industri harus dilakukan, beberapa telah masuk kedalam perpres 80 tahun 2019. Seperti pembangunan kawasan wilis di kawasan selatan Jawa Timur.
[berita-terkait number=”4″ tag=”wagub-jatim”]
“Ada 6 Kabupaten yang ada di lereng wilis yang sangat membutuhkan keberadaan jalan ini dan Ada 3 Kawasan Industri, Nganjuk Madiun dan Ngawi. 3 kawasan industri ini punya serapan tenaga kerja yg signifikan dan ditopang dengan UMR yang sangat kompetitif. ” ungkap suami Arumi Bachsin
Pembangunan infrastruktur lain seperti akses jalan menuju puspa agro dan optimalisasi pelabuhan di Prigi Trenggalek dan Banyuwangi.
Pembangunan infrastruktur ini penting untuk membuka akses masyarakat dan menarik investasi namun aspek ketahanan bencana juga perlu dibangun bersama.
Banjir menjadi salah satu sorotan juga
“Kita melanjutkan program yg sudah dialokasikan di tahun 2021, karena Sungai Kemuning sudah teralokasi, kita berharap ada tambahan untuk Sungai welang di 2022” jelas Wagub muda ini.
Disparitas antara Jawa Timur daerah selatan dengan kepulauan juga menjadi PR bagi kami.
“Kami berharap bahwa Bumdes bisa di support lagi, ini bisa sangat cepat meningkatkan pengurangan kemiskinan di pedesaan. Tentunya ini sejalan dengan program Kementerian Desa” jelas Emil
Sebagai penutup bahasan terkait stunting Emil berharap adanya tambahan perhatian terhadap ibu hamil dan balita.
“Pada intinya kami berharap ada tambahan kepada ibu hamil dan balita, karena kami melihat ada potensi kenaikan kemiskinan”. Tutup Emil (ted)






