Jakarta (beritajatim.com) Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof KH Zainal Abidin, menyoroti pentingnya peran pemilih dalam proses demokrasi, khususnya menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar pada 27 November 2024. Prof Zainal Abidin mengungkapkan bahwa memilih pemimpin memiliki landasan yang kuat dalam ajaran Islam, tercermin dari Al-Qur’an yang menempatkannya sebagai tindakan yang esensial setelah ketaatan kepada Allah dan Rasul.
“Memilih pemimpin adalah bagian integral dari tugas umat beragama, terutama umat Islam. Ini tercermin jelas dalam Al-Qur’an sebagai bagian dari kewajiban taat kepada Ulil Amri,” ujarnya.
Dalam konteks Pilkada 2024, Prof Zainal Abidin menegaskan bahwa partisipasi aktif dalam proses demokrasi adalah kunci bagi kemajuan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
“Pilkada tahun ini memiliki relevansi yang sangat penting dalam konteks demokrasi kita. Sebagai tokoh agama, saya mengimbau seluruh masyarakat untuk turut serta dalam mensukseskan Pilkada Serentak 2024,” tegasnya.
Prof Zainal Abidin juga menggarisbawahi pentingnya setiap individu menggunakan hak pilihnya dengan bijak, tanpa membedakan niat baik atau buruk.
“Dalam demokrasi, hak pilih setiap orang memiliki nilai yang sama. Keterlibatan aktif dari semua pihak, terutama mereka yang berpegang pada nilai-nilai kebaikan, akan membawa dampak positif bagi hasil Pilkada nanti,” paparnya.
Dengan itu, Prof Zainal Abidin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam mendukung proses demokrasi yang transparan dan adil pada Pilkada 2024. [aje]






