Iklan Banner Sukun
Ragam

Saat Bagi-bagi Rejeki jadi Tren di Media Sosial

Ilustrasi (foto : Rodion Kutsaev, Unsplash)

Surabaya (Beritajatim.com) – Jika dulu ada istilah tangan kanan memberi dan tangan kiri bersembunyi, kini sepertinya sudah tidak berlaku lagi. Sebagian orang mengganti istilah tersebut menjadi tangan kanan berbagi tangan kiri mendokumentasi.

Maraknya video saling berbagi kerap kali dijumpai di media sosial, seperti TikTok, Instagram, maupun YouTube. Berawal dari sekadar konten hingga akhirnya menjadi tren. Di YouTube, yang paling familiar dengan konten bagi-bagi rejeki ialah Baim Wong.

Dengan menyamar sedemikian rupa, ia dan tim menargetkan orang-orang tertentu dangan kriteria yang dianggapnya pantas dibantu. Bentuk bantuannya pun tak tanggung-tanggung, mulai dari sejumlah uang hingga segala kebutuhan rumah tangga juga ia diberikan.

Konten saling berbagi di TikTok mungkin bisa dibilang lebih bervariasi. Contohnya seperti konten memborong dagangan dari pedagang kaki lima, yang kemudian dibagikan pada setiap pengguna jalan yang melintas.

Selain memborong dagangan, ada juga yang sekadar mengepalkan tangan dan mengajak orang yang dituju untuk saling tos. Jika, target berkenan untuk diajak tos, kepalan tangan kemudian dibuka dan muncul sebuah hadiah di baliknya. Biasanya hadiah bisa berupa permen ataupun sejumlah uang mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah.

Bahkan ada juga TikTokers yang memilih diam dan berdiri di pinggir jalan dengan berkalungkan kertas yang berisi tantangan. Siapapun yang sanggup menerima tantangan nyeleneh darinya nantinya akan diberi sejumlah uang.

Berbeda lagi cara berbagi di platform Instagram, cara berbaginya tidak perlu saling bertatap muka. Cukup melalui direct message (DM) siapa saja dan di mana saja bisa mendapatkan hadiah. Namun, karena kemudahan mendapatkannya itu, banyak sekali yang turut berpartisipasi. Jadi, kesempatan untuk dipilih juga tidak semudah yang dibayangkan. Cukup berpasrah, kalau memang rejeki tentu tak akan ke mana.

Meski beberapa orang menganggap konten bagi-bagi rejeki sebagai hal pamer dan sebagainya, namun hal positif yang dapat dipetik ialah banyak juga orang yang kemudian termotivasi untuk dapat saling memberi dan berbagi. Karena dari konten-konten tersebut setidaknya mereka dapat mengetahui bagaimana hal kecil dapat bermanfat bagi orang lain. [fyi/bjo]


Apa Reaksi Anda?

Komentar