Iklan Banner Sukun
Ragam

Mie Tiwi, Makanan Khas Masyarakat Makassar yang Terinspirasi Nama Istri

Suasana kuliner Mie Tiwi.

Surabaya (beritajatim.com) – Tak banyak orang yang tahu mengenai kuliner satu ini yaitu Mie Tiwi. Kuliner ini sebenarnya adalah makanan khas Makassar yang diplesetkan dari nama pemiliknya. Nama asli dari mie Tiwi ini adalah mi titi.

Mie Tiwi buka sejak 4 bulan yang lalu. Kuliner ini terletak di Jalan Gresik No. 12, Kemayoran, Kecamatan Genteng, Surabaya. Mie Tiwi buka setiap hari Senin-Jumat pukul 11.00-21.00 WIB dan Sabtu pukul 12.00-22.00 WIB. Namun, hari minggu tutup. Untuk harga sendiri, mulai 13 ribu hingga yang paling mahal 35 ribu yaitu Mie Tiwi.

Owner Mie Tiwi Surabaya, Raenal Ranulwangsa menjelaskan mengenai arti mie Tiwi sendiri. Dia mencoba memplesetkan nama makanan aslinya dengan nama istrinya yang hampir mirip. Hal ini dilakukannya untuk membuat perbedaan dengan produk yang aslinya. Dengan kata lain, agar terlihat unik dan tidak sama dengan produk orang lain.


“Jadi Mie Tiwi itu asalnya nama istri saya, kan aslinya kalau di Makassar itu mie titi. Tapi kan itu, brand-nya orang lain. Saya nggak mau menyamai nama brand orang lain dan terlihat unik. Dan tidak ada bahasa Makassar nya, hanya saja diplesetkan dari nama istri saya jadinya seperti itu,” jelas Pria asli Bugis ini.

Dia mengatakan mengenai konsep kuliner nya yang mengangkat makanan khas Bugis Makassar. Karena di Surabaya masih jarang yang menjual menu kulinernya sehingga masyarakat agar tahu mengenai kuliner yang hits di Sulawesi Selatan.

“Konsep dari kuliner kami yaitu mengangkat makanan khas Bugis Makassar. Dimana di Surabaya kan masih masih sedikit orang yang menjual makanan khas Sulawesi Selatan. Tujuannya juga agar mengenalkan makanan yang hits di Sulawesi Selatan,” katanya.

Raenal memberikan detail bagaimana mie Tiwi itu sendiri. Mie Tiwi itu isinya Mie kering Makassar yang dituang kuah panas, sawi, ati, dan ayam sehingga menimbulkan sensasi kriuk.

Untuk rekomendasi makanan di tempat ini selain mie Tiwi adalah Nasi Ayam Palekko yang berasal dari Bugis Pinrang dan Sidrap. Makanan itu bernuansa pedas namun di sini, dibuat tidak sepedas dengan aslinya.

“Mie Tiwi itu merupakan makanan yang berupa mie kering Makassar yang dituangi kuah panas, sawi, ati, dan ayam sehingga saat dimakan itu kriuk kriuk dan panas gitu. Persis seperti Tamie. Selain mie Tiwi, ada satu lagi yang recommended yaitu nasi ayam Palekko yang berasal dari Bugis Pinrang. Namun, rasanya tidak sepedas yang aslinya,” ungkap Raenal.

Bukan hanya itu, ada juga Songkolo Bagadang yang berbahan dasar dari ketan yang dibalut kelapa yang terasa manis saat dimakan. Sedangkan, camilan yang terlaris itu pisang khas Makassar yang dicocol pakai sambal. Dan untuk minumannya itu Kopi Toraja.

Sebagai inovasi dan variasi menu, Raenal mulai menambah menu baru seperti Nasi Bisa Tongji yang artinya berasal dari Makassar yaitu nasi goreng bisa juga. Bukan hanya itu, ada menu seperti mie goreng yang bisa di nikmati oleh anak kecil juga. Sebagai pengamatan dari dirinya saat pelanggan datang ke Mie Tiwi.

Dia mengharapkan agar mie Tiwi bisa semakin dikenal dari tahun ke tahun. Bisa memberikan lapangan pekerjaan yang lebih banyak lagi dan membuka cabang baru di Surabaya. Bahkan, harapan terbesarnya bisa membuka di Jakarta.

“Harapan saya, agar Mie Tiwi ini bisa dikenal semakin banyak orang dari tahun ke tahun, apalagi ini kuliner pendatang baru. Bukan hanya itu, agar juga bisa membuka lapangan pekerjaan lagi dengan rencana membuka cabang baru di Surabaya entah satu tahun kedepan. Jika bisa secepatnya, alasan awal dibuka di Perak ini agar lebih memudahkan atau mengenalkan kepada masyarakat sekitar. Harapan besar saya yaitu bisa membuka cabang di Jakarta,” pungkasnya. (dae/nap)


Apa Reaksi Anda?

Komentar