Surabaya (beritajatim.com) – Grup musik dangdut Jawa, Guyon Waton telah merilis lagu terbarunya yang berjudul Pelanggaran, Kamis (24/8/2023). Lagu ini identik dengan liriknya yang populer di media sosial, “Trimo ngalih ngempet perih, tak angkat gendero putih…”
Lagu tersebut bercerita tentang seseorang yang diselingkuhi oleh pasangannya sendiri. Saat menyadari hal tersebut, ia pun lebih memilih menyerah dan mengikhlaskan. Meski harus menahan perihnya luka dikhianati oleh orang yang dicinta.
Untuk official music video Pelanggaran ini sudah bisa ditonton dan dinikmati di kanal YouTube GUYONWATON OFFICIAL. Adapun berikut ini lirik lagu sekaligus terjemahannya dalam bahasa Indonesia.
Baca Juga: Pesilat Jember Rebut 1 Medali Emas, 1 Perak, dan 2 Perunggu Porprov Jatim di Jombang
Lirik lagu Pelanggaran – Guyon Waton
Tegel kowe ngelarani wong koyo aku
Sing wes nompo elek apik e uripmu
Lilo aku lilo berjuang mati matian
Nanging kowe malah milih demikian
Isa-isane kowe ngarang cerito
Nangis kelaran nutupi kesalahan
Sok-sokan cidro padahal seng gawe loro
Dramamu wes tak woco lungoo aku ra gelo
Trimo ngalih ngempet perih
Tak angkat gendero putih
Aku nyerah lambaikan tangan
Dadah sayang tresnoku wes ilang
Sepurane sayang atimu wes kebobolan
Ora iso njogo perasaan
Kowe main belakang
Kabeh rosoku tak buang
Pelanggaran, kowe tak kartu abang
Isa-isane kowe ngarang cerito
Nangis kelaran nutupi kesalahan
Sok-sokan cidro padahal seng gawe loro
Dramamu wes tak woco lungoo aku ra gelo
Trimo ngalih ngempet perih
Tak angkat gendero putih
Aku nyerah lambaikan tangan
Dadah sayang tresnoku wes ilang
Baca Juga: Di Kandang PSS Sleman, Persebaya Tak Ingin Putus Mata Rantai Kemenangan
Sepurane sayang atimu wes kebobolan
Ora iso njogo perasaan
Kowe main belakang
Kabeh rosoku tak buang
Pelanggaran, kowe tak kartu abang
Kowe main belakang
Kabeh rosoku tak buang
Pelanggaran, kowe tak kartu abang
Arti Lirik Lagu Pelanggaran – Guyonwaton
Tega kamu menyakiti orang seperti aku
Yang sudah menerima buruk baiknya hidupmu
Rela aku rela berjuang mati-matian
Namun kamu justru memilih demikian
Bisa-bisanya kamu mengarang cerita
Menangis kesakitan menutupi kesalahan
Merasa terluka padahal kamu yang buat luka
Dramamu sudah aku baca, pergilah aku tak menyesal
Mending pergi menahan perih
Ku angkat bendera putih
Aku menyerah lambaikan tangan
Dadah sayang cintaku telah hilang
Maafkan sayang hatimu sudah kemasukkan
Tidak bisa menjaga perasaan
Kamu main belakang (selingkuh)
Semua rasaku aku buang
Pelanggaran, kamu ku (beri) kartu merah
Bisa-bisanya kamu mengarang cerita
Menangis kesakitan menutupi kesalahan
Merasa terluka padahal kamu yang buat luka
Dramamu sudah aku baca, pergilah aku tak menyesal
Mending pergi menahan perih
Ku angkat bendera putih
Aku menyerah lambaikan tangan
Dadah sayang cintaku telah hilang
Maafkan sayang hatimu sudah kemasukkan
Tidak bisa menjaga perasaan
Kamu main belakang (selingkuh)
Semua rasaku aku buang
Pelanggaran, kamu ku (beri) kartu merah
Kamu main belakang (selingkuh)
Semua rasaku aku buang
Pelanggaran, kamu ku (beri) kartu merah
(fyi/ian)






