Lamongan (beritajatim.com) – Pondok Pesantren Sunan Drajat, di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan didapuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Qira’atil Kutub Tingkat Nasional (MQKN) Tahun 2023, pada tanggal 10-18 Juli mendatang.
Sebelum MQKN, Pesantren Sunan Drajat yang diasuh oleh Dr. KH. Abdul Ghofur ini juga sudah pernah beberapa kali ditempati sebagai tuan rumah untuk kegiatan-kegiatan besar lainnya. Bahkan, sejumlah tokoh nasional hingga mancanegara pun banyak yang mengunjunginya.
Berdasarkan catatan beritajatim.com, berikut adalah beberapa kegiatan penting yang pernah dihelat di Pesantren Sunan Drajat :
1. Munas I Lesbumi NU
Munas I Ishari (Ikatan Seni Hadrah Indonesia) digelar di Pesantren Sunan Drajat pada tahun 1995 silam. Kala itu, Ishari disepakati sebagai lembaga binaan Lesbumi NU (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia NU), sebelum purna masa khidmah kepengurusan pertama sebagai Banom NU.
Dalam sejarahnya, Ishari pernah diresmikan menjadi salah satu lembaga binaan Syuriah PBNU pada Muktamar ke-23 NU di Solo. Lalu pada Muktamar ke-29 NU tahun 1994 di Cipasung, Jawa Barat, Ishari disepakati sebagai salah satu Banom NU.
BACA JUGA: Bahas Tatanan Dunia Baru, 300 Kiai-Nyai Semarakkan Halaqah MQKN di Ponpes Sunan Drajat Lamongan
Berbeda saat Muktamar Ke-32 NU di Makassar, Ishari dialihkan sebagai organisasi binaan lembaga tarekat di NU. Posisi Ishari kian kabur ketika lembaga tarekat itu sendiri berubah menjadi Banom NU, Jam’iyyah Thariqah Mu’tabarah an-Nahdliyah (Jatman).
Barulah pada Muktamar Ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur, Ishari resmi menjadi badan otonom baru yang mewadahi anggota NU, yang bergerak dalam pengembangan seni hadrah dan salawat.
2. Kongres Kedua Pagar Nusa
Kongres Pagar Nusa kedua digelar di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Paciran, Lamongan. Kongres yang berlansung pada 9-12 Juli 2012 silam itu diikuti oleh 24 pengurus wilayah dan 112 pengurus cabang se-Indonesia.
Dalam Kongres ini, KH Aizuddin Abdurrahman atau akrab disapa Gus Aiz terpilih menjadi Ketua Pusat Pagar Nusa periode 2012-2017. Gus Aiz merupakan cicit dari pendiri NU yakni KH. Hasyim Asy’ari yang lahir pada 1 Mei 1979 di Jombang.
3. Konferwil Ansor Jatim
Pondok Pesantren Sunan Drajat pernah menjadi tuan rumah Konferensi Wilayah (Konferwil) Ansor Jatim pada 20-22 Desember 2013.
BACA JUGA: 1.188 Siswa Beradu Bakat dan Prestasi di Porseni MI Lamongan
Mantan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Ngawi, Rudi Tri Wahid, berhasil meraup 348 suara dan mampu mengungguli Sholahul ‘Am Notobuwono yang hanya meraup 225 suara.
Atas hasil tersebut, tonggak kepemimpinan Ansor Jatim periode 2013-2107 pun akhirnya dipercayakan kepada Rudi Tri Wahid, yang menggantikan ketua sebelumnya, yakni Alfa Isnaeni.

4. MTQ Jawa Timur ke-13
Pesantren Sunan Drajat Lamongan juga pernah dipilih sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an Jawa Timur dan Festival Santri Berprestasi (Fantasi) Nasional pada 23-25 Desember 2016.
Pesantren Sunan Drajat dinilai sangat layak menjadi tuan rumah MTQ Jawa Timur lantaran sarana prasarana pesantrennya sangat memadai, mulai dari tempat pembukaan, penginapan peserta, pawai ta’aruf hingga lokasi pendaftarannya.
MTQ yang diselenggaralan oleh Jamiyyatul Qura wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (JHQ NU) Jawa Timur ini diikuti oleh 63 peserta yang berasal dari 30 Kabupaten/kota.
5. Kerap Dikunjungi Tokoh Penting
Pondok Pesantren Sunan Drajat sedari dulu kerap dikunjungi para tokoh penting, mulai dari presiden, kementerian, pejabat partai, pemuka agama hingga artis. Hal itu tak lepas dari peranan penting pesantren dan ketokohan pengasuhnya, KH. Abdul Ghofur.
Para tamu yang datang ke Pesantren Sunan Drajat akan disambut dengan begitu ramah dan mendapatkan sebuah selendang hijau, yang menjadi penanda sebagai tamu dan warga kehormatan di pesantren setempat.
Di kediaman Kiai Ghofur ini juga tampak berderet sejumlah dokumentasi tokoh maupun figur nasional, di antaranya foto Kiai Ghofur dengan Presiden Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono, KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan lainnya.
Sejumlah petinggi partai juga pernah singgah di pesantren ini, mereka adalah Megawati Soekarno Putri, Prabowo Subianto, Muhaimin Iskandar, Surya Paloh dan lainnya.
Bahkan Setiawan Djodi, Iwan Fals, Slank, Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), Mbah Surip dan para artis lainnya pernah beberapa kali mengunjungi pesantren tersebut.
Menariknya lagi, di tengah-tengah Masjid Induk Pesantren Sunan Drajat ini juga terdapat tumbal Cakra berwarna hijau berdiameter sekitar 15 cm, yang ditanam langsung oleh pemimpin spiritual Hindu asal India bernama Parabhattaraka Shri Ananganandha Padha Theertha, dan diresmikan oleh Gus Dur pada tahun 1999. [riq/nap]






