Ragam

67.199 Lansia Mengikuti Haji Tahun Ini, Begini Persiapan Kemenag

mekah
Kabah diambil pada 5 Maret 2020 di tengah pandemi virus corona. [Foto: AFP VIA GETTY IMAGES/ABDEL GHANI BASHIR]

Surabaya (beritajatim.com) – Usia tidak menjadi penghalang bagi umat Muslim untuk menunaikan ibadah haji. Pasalnya, jumlah lansia yang mengikuti haji tahun ini cukup signifikan, yakni mencapai 67.199 orang.

Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sihdu, Jaja Jaelani mengungkapkan bahwa jumlah tersebut terdiri atas empat kategori, yaitu 380 jemaah dengan usia jemaah 95 tahun ke atas, 6.594 jemaah dengan usia 86 – 95 tahun, 12.559 jemaah berusia 76 – 85 tahun, dan 47.666 jemaah berusia 65 – 75 tahun.

Mengingat banyaknya jumlah lansia, ada berbagai layanan yang disiapkan untuk mempermudah akses dan kenyamanan aktivitas jemaahn haji para lansia.

iklan adidas

“Segala upaya menyukseskan layanan tersebut menjadi konsentrasi Kementerian Agama pada kesiapan pelayanan haji 1444 H/2023 M,” kata Jaja dalam keterangannya yang dikutip dari laman resmi Kemenag, Sabtu (1/4/2023).

Menurut Jaja, kesiapan tersebut mencakup pelayanan kesehatan. Ahli geriatri akan dilibatkan untuk memantau, mengawasi, dan mendampingi kesehatan jemaah haji lansia.

BACA JUGA: Kapan Pelunasan Biaya Jemaah Haji Khusus? Berikut Jadwalnya

Sementara itu, Kemenag juga menyiapkan bus yang ramah dan mudah diakses oleh jemaah haji lansia. Bahkan, Kemenag juga menempatkan petugas-petugas yang dapat membantu jemaah naik dan turun bis dan pesawat.

“Tujuannya, jemaah lansia terpehatikan keamanan, kenyamanan, dan keselamatannya,” lanjut Jaja.

Untuk layanan akomodasi mencakup hotel dan asrama haji, Jaja akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar fasilitas tersebut dibuat mudah untuk diakses jemaah haji lansia. Misalnya, disiapkan ruang tunggu khusus, serta menempatkan jemaah lansia di kamar lantai awal dengan memberikan prioritas layanan.

Jaja juga mengatakan, agar tidak terlalu banyak kegiatan serimonial saat jemaah berada di embarkasi. Sebab, dikhawatirkan hal itu akan menguras energi dan membuat jemaah kelelahan.

“Namun, terpenting dari itu semua adalah partisipasi sosial dan penghormatan. Artinya, melibatkan partisipasi jemaah haji lainnya dan semua pihak untuk peduli pada jemaah haji lansia dan memprioritaskan layanan terhadap jemaah lansia yang diutamakan,” tegas Jaja. (nap)



Apa Reaksi Anda?

Komentar