Surabaya (beritajatim.com) – Cokelat merupakan jenis olahan biji kakao yang sudah sangat akrab dengan kita. Aneka olahan cokelat mulai dari makanan sampai minuman mudah sekali ditemukan di berbagai kedai kuliner.
Sebab, di Indonesia olahan cokelat banyak disukai oleh masyarakat, terlebih yang mengandung cita rasa manis nan lezat. Namun, tak banyak orang yang tahu bahwa ada banyak jenis cokelat. Berikut ini jenis-jenis cokelat yang perlu diketahui.
Dark Chocolate
Dark Chocolate atau cokelat hitam biasanya mengandung 70 persen biji kakao. Tak ayal jika presentase kandungan kakao yang tinggi membuat warnanya jadi lebih gelap. Tentu untuk cita rasanya pun lebih pekat atau pahit jika dibanding cokelat lainnya. Jenis cokelat ini kerap digunakan sebagai bahan membuat kue. Bentuknya yang batangan, membuat cokelat hitam ini harus diolah dengan cara dicairkan terlebih dahulu biasanya.
White Chocolate
White Chocolate atau cokelat putih ini pada dasarnya tidak ada kandungan biji kokoa di dalamnya, namun terdiri dari beberapa kandungan lain, seperti cocoa butter, gula, susu, butter, hingga vanilla. Tak ayal jika penikmatnya tidak menemukan unsur cokelat di dalamnya. Rasa yang lebih dominan justru vanilla.
Milk Chocolate
Milk Chocolate atau cokelat susu ini lebih banyak dimininati untuk langsung dikonsumsi meski presentasi kandungan biii kakaonya lebih rendah dari Dark Chocolate. Hal ini dikarenakan Milk Chocolate memiliki kandungan tambahan seperti susu, vanilla dan gula, yang membuatnya semakin nikmat untuk dikonsumsi langsung. Banyaknya jenis cokelat ini bahkan dengan mudah dijumpai di minimarket terdekat. Biasanya produk cokelat susu digunakan sebagai kado di hari spesial untuk orang yang spesial.
Selain rasanya yang manis dan lezat, cokelat juga juga kaya akan manfaat. Selain dipercaya untuk mengurangi stress, biji kakao yang mengandung atioksidan yang cukup tinggi, zat besi, kalori, hingga rendah lemak dianggap dapat menurunkan tekanan pada darah, menurunkan kadar kolestrol, hingga mencegah timbulnya penyakit kanker.
Cokelat juga dianggap baik untuk ibu hamil, karena zat theobromine pada cokelat dapat menghindari Pre-eklampsia yang dapat memicu bayi terlahir prematur. Ibu hamil yang mengonsumsi cokelat juga dapat mengurangi risiko stres pada calon bayi. (fyi/tur)






