Bondowoso (beritajatim.com) – Bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid – As’ad Yahya Syafi’i resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bondowoso, Rabu (28/8/2024) siang.
Keduanya diusung oleh 3 partai politik (parpol) parlemen. Di antaranya PKB (16 kursi), Partai Golkar (7 kursi) dan Partai Gerindra (4 kursi). Ditambah PSI, partai non parlemen.
Ketua Tim Pemenangan Ra Hamid – Ra As’ad, Ahmad Dhafir menyatakan bahwa para parpol pengusung yang memiliki 27 kursi itu tidak hanya sekedar mengusung.
“Tetapi juga bertanggungjawab memenangkan dan mengawal kepemimpinan 5 tahun ke depan,” ungkap Dhafir dalam konferensi pers pasca pendaftaran di KPU Bondowoso.
Ia menilai bahwa kemampuan APBD di Kabupaten Bondowoso sangat kecil, sehingga membutuhkan terobosan dengan melebarkan akses jejaring di tingkat pusat.
“Kami menggandeng partai penguasa dan pemenang parlemen pusat untuk percepatan pembangunan Bondowoso,” sebutnya.
Yang dimaksud Ketua DPC PKB Bondowoso ini adalah koalisinya dengan Partai Gerindra selaku partai penguasa, dan Golkar sebagai partai pemenang parlemen di DPR RI.
“Kalau PKB dengan partai Golkar kan sudah koalisi permanen. Alhamdulillah, sekarang ada pendatang baru, Partai Gerindra,” kata Dhafir disambut senyum ringan Ketua DPC Partai Gerindra Bondowoso, Setyo Budi.
Dhafir punya optimisme tinggi untuk kemenangan Ra Hamid – Ra As’ad di Pemilihan Bupati Bondowoso periode 2024-2029.
“Ini keyakinan kami bahwa Ra Hamid akan menang menjadi Bupati. Sederhana saja. Di saat 3 kultur (3 ponpes besar) bersatu, jhek ambe’ amik kenning buddus (Jangan dihalangi, takut kena terjang),” sergah Dhafir.
Untuk diketahui, bacabup-bacawabup Ra Hamid-Ra As’ad didukung kekuatan kultur dari tiga pondok pesantren besar di Jawa Timur yakni Ponpes Nurul Jadid, Kabupaten Probolinggo; Ponpes Walisongo dan Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Kabupaten Situbondo.
Ketiga kiai dan masayikh di tiga ponpes itu bersepakat dan menyatakan dukungan pada paslon RAHMAD untuk kepemimpinan Bondowoso 5 tahun mendatang. (awi/ted)






