Ringkasan Berita:
- PWI Kabupaten Jombang menyiapkan kantor organisasi di Jalan Wahid Hasyim sebagai “Pondok Pewarta” untuk mendukung kerja jurnalis selama Muktamar ke-35 NU.
- Fasilitas tersebut akan menjadi ruang bersama bagi wartawan luar daerah untuk beristirahat, berkoordinasi, dan memproduksi berita selama berada di Jombang.
- PWI Jombang mengajak insan pers menjaga profesionalisme, akurasi informasi, serta prinsip jurnalistik dalam peliputan Muktamar ke-35 NU.
Jombang (beritajatim.com) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jombang menyatakan kesiapan untuk ikut menyukseskan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran peliputan, PWI Jombang menyiapkan kantor organisasi di Jalan Wahid Hasyim sebagai ‘Pondok Pewarta’. Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi para jurnalis dari luar daerah yang datang ke Jombang untuk meliput berbagai rangkaian kegiatan Muktamar ke-35 NU.
Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, mengatakan Pondok Pewarta diharapkan menjadi ruang bersama bagi wartawan untuk beristirahat, berkoordinasi, sekaligus memproduksi berita selama menjalankan tugas jurnalistik di Jombang.
Menurut Mufid, Muktamar ke-35 NU merupakan agenda besar yang tidak hanya menjadi perhatian warga Nahdliyin, tetapi juga masyarakat luas. Karena itu, PWI Jombang ingin mengambil peran dalam mendukung kerja jurnalistik agar berjalan dengan baik selama pelaksanaan muktamar.
“Kami dari PWI Jombang siap ikut menyukseskan Muktamar ke-35 NU. Salah satunya dengan membuka kantor PWI sebagai Pondok Pewarta bagi teman-teman jurnalis dari luar daerah yang membutuhkan tempat untuk istirahat maupun memproduksi berita,” ujar Mufid, Senin (10/8/2026).
Ia menjelaskan, Jombang diperkirakan akan menjadi salah satu titik perhatian media nasional dan daerah selama berlangsungnya muktamar. Para wartawan tidak hanya meliput agenda persidangan dan kegiatan utama, tetapi juga berbagai aktivitas pendukung yang tersebar di sejumlah lokasi.
Kehadiran ruang singgah sekaligus pusat aktivitas jurnalistik dinilai penting untuk mendukung mobilitas para pekerja media. PWI Jombang memanfaatkan kantor organisasi di Jalan Wahid Hasyim sebagai fasilitas yang dapat digunakan wartawan selama berada di Kota Santri.
“Harapannya, teman-teman wartawan yang datang dari luar Jombang tidak hanya mendapatkan kemudahan dalam menjalankan tugas jurnalistik, tetapi juga merasa nyaman selama berada di Kota Santri,” katanya.
Selain menjadi tempat beristirahat, Pondok Pewarta juga dirancang sebagai ruang kolaborasi antarsesama jurnalis. Wartawan dari berbagai daerah dapat bertukar informasi, berdiskusi mengenai perkembangan muktamar, hingga mengolah bahan pemberitaan bersama.
Mufid menegaskan bahwa ruang bersama tersebut diperlukan mengingat Muktamar ke-35 NU menjadi salah satu peristiwa besar yang mendapat perhatian luas dari berbagai media.
“PWI Jombang ingin kantor ini menjadi rumah bersama bagi wartawan. Silakan digunakan untuk beristirahat, menulis berita, mengisi daya perangkat, berdiskusi, maupun berkoordinasi dengan teman-teman wartawan lainnya,” tuturnya.
PWI Jombang juga akan berupaya memberikan informasi terkait agenda muktamar serta perkembangan situasi di lapangan yang dibutuhkan wartawan dalam menjalankan tugas peliputan.
Mufid menambahkan, insan pers memiliki tanggung jawab penting dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Karena itu, peliputan Muktamar ke-35 NU diharapkan tetap mengedepankan prinsip jurnalistik, mulai dari verifikasi informasi, keberimbangan berita, hingga menghindari penyebaran informasi yang belum terkonfirmasi.
“Teman-teman pers tentu memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Apalagi muktamar ini menjadi perhatian publik secara luas. Kami berharap seluruh wartawan dapat menjalankan tugas dengan profesional dan tetap menjaga suasana yang kondusif,” ujarnya.
Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas menjadi momentum penting bagi Kabupaten Jombang. Selain menjadi tuan rumah, Jombang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Nahdlatul Ulama dan dikenal sebagai salah satu basis penting tradisi pesantren di Indonesia.
Mufid menilai momentum tersebut harus dimanfaatkan seluruh elemen masyarakat untuk menunjukkan keramahan dan kesiapan Jombang dalam menerima kedatangan para tamu dari berbagai penjuru Indonesia.
Menurutnya, PWI Jombang tidak ingin hanya menjadi penonton dalam perhelatan besar tersebut. Organisasi profesi wartawan itu ingin memberikan kontribusi sesuai kapasitasnya, salah satunya melalui penyediaan ruang bagi jurnalis yang bertugas meliput muktamar.
“Kami ingin Muktamar ke-35 NU meninggalkan kesan yang baik bagi seluruh tamu yang datang ke Jombang. Termasuk bagi teman-teman wartawan. Semoga Pondok Pewarta ini bisa memberikan manfaat dan menjadi bagian kecil dari ikhtiar bersama menyukseskan muktamar,” pungkasnya. [suf]






