Ponorogo (beritajatim.com) – Hadapi puncak musim penghujan, BPBD Ponorogo mengimbau kepada masyarakat bumi reog untuk meningkatkan kewaspadaan. Ya, berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim penghujan akan mengguyur Kabupaten Ponorogo pada Februari ini.
Sehingga perlu dilakukan kewaspadaan ektra, jika terjadi hujan dengan intensitas deras dan berlangsung lama. Potensi bencana alam saat turun hujan pun sering menghantui.
“Jika melihat prediksi BMKG, puncak musim penghujan memang terjadi pada bulan Februari ini. Maka kita himbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,” kata Kepala BPBD Ponorogo, Masun, ditulis (11/02/2024).
BPBD Ponorogo, kata Masun, akan mengoptimalkan peran fungsinya sebagai kordinator dalam penanggulangan kebencanaan. Selain itu, pihaknya juga akan intens berkordinasi dengan instansi terkait dan relawan dalam melakukan mitigasi bencana.
Bahkan per 1 Februari 2024 lalu, BPBD Ponorogo membuka posko lintas sektor. Baik dari instansi terkait dan para organisasi relawan kemanusiaan di Kabupaten Ponorogo. Posko lintas sektor itu, berada di Kantor BPBD Ponorogo Jalan Sekar Putih Kelurahan Tonatan. Posko itu pun buka 24 jam non stop.
“Perwakilan relawan dan instansi terkait dijadwalkan untuk stany di posko lintas sektor ini. Dengan begitu, memudahkan untuk melakukan mitigasi dan koordinasi jika terjadi bencana sewaktu-waktu,” ungkap Masun.
Himbauan kewaspadaan kepada masyarakat itu, yakni meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir, puting beliung, cuaca ekstrim, tanah longsor dilingkungan masing-masing. Himbauan juga bagi pengguna jalan, agar lebih waspada dan berhati-hati ketika berkendara dalam keadaan hujan deras. Disarankan, saat hujan itu, pengendara untuk menepi atau berteduh jika jarak pandang tidak memungkinkan.
“Potensi bencana yang terjadi di Ponorogo saat musim hujan adalah terjadinya banjir, angin puting beliung dan tanah longsor. Inilah kerawanan bencana yang akan diusahakan untuk diantisipasi dengan peningkatan kewaspadaan,” pungkasnya. [end/suf]






