Probolinggo (beritajatim.com) – Kasus dugaan penipuan berkedok arisan dan investasi kembali mencuat. Kali ini, puluhan warga dari wilayah Probolinggo hingga Pulau Madura dilaporkan menjadi korban. Sosok yang diduga menjadi pelaku adalah Luluk Sofiatul Jannah, Tiktoker asal Probolinggo yang dikenal dengan nama Luluk Nuril.
Salah satu korban, Lailatin Syani, warga Desa Sidopekso, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, mengaku mengalami kerugian sebesar Rp8 juta akibat mengikuti arisan bodong yang dijalankan oleh Luluk. “Bukan saya saja yang tertipu, beberapa teman saya juga menjadi korban,” ujar Lailatin saat ditemui, Senin (7/7/2025) siang.
Beberapa korban lain yang disebut Lailatin di antaranya Aida, Vivi, dan Maria, masing-masing mengalami kerugian hingga Rp18 juta, serta Khusnul yang juga merugi Rp8 juta.
Lailatin dan beberapa korban mengaku telah berupaya melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Namun, laporan mereka belum bisa diproses lantaran belum melengkapi sejumlah persyaratan seperti bukti transfer, surat pengaduan resmi, serta identitas korban. “Kemarin kami sudah konsultasi ke Polres, dan diarahkan untuk melengkapi dokumen-dokumen itu,” tambahnya.
Tak hanya warga Probolinggo, kasus ini juga menjerat warga dari luar daerah. Naysila Imelda, warga asal Madura, mengaku mengalami kerugian mencapai Rp1 miliar. Ia tertarik untuk berinvestasi di usaha kosmetik milik Luluk setelah diiming-imingi keuntungan menjanjikan. “Awalnya saya setor Rp500 juta. Bahkan saat itu dibuatkan perjanjian dengan tanda tangan notaris,” ungkap Imelda.
Tak lama berselang, Luluk kembali meminta tambahan dana dengan jaminan sertifikat tanah atas namanya. Imelda pun menyerahkan total Rp1 miliar. Namun sejak saat itu, janji keuntungan tak kunjung terealisasi. “Saya kaget ketika melihat kasus Luluk viral di media sosial. Memang sudah cukup lama saya tidak menerima hasil apa pun,” ucapnya.
Meski belum membuat laporan resmi, Imelda menyatakan telah menyewa kuasa hukum untuk menyelesaikan kasus ini. Ia masih berharap ada itikad baik dari Luluk.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Putra Adi Fajar Winarsa saat dikonfirmasi menyebut pihaknya akan menindaklanjuti informasi ini. “Saya baru mengetahui kasus ini. Nanti akan kami cek dulu laporan yang masuk di SPKT,” ujarnya singkat. (ada/kun)






