Lamongan (beritajatim.com) – Puluhan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) turut memeriahkan kegiatan Megilan Paramuda Festival yang dihelat dalam peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-453, bertempat di halaman parkir sebelah barat Stadion Surajaya Lamongan.
Tampak berbagai produk unggulan UKM Lamongan mulai dari olahan makanan, minuman, handicraf, fashion, aksesoris hingga wahana permainan pun tersuguhkan dalam bazar yang digelar selama satu bulan penuh, mulai 28 Mei hingga 26 Juni 2022 mendatang.
Tak cukup itu, Festival yang dibuka secara langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, pada Sabtu (28/5/2022) ini juga menyuguhkan berbagai hiburan menarik yang akan membuat nyaman para pengunjung yang datang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-lamongan”]
Menurut Bupati Yuhronur, selain untuk menunjukkan kepedulian Pemkab Lamongan terhadap para pelaku UKM yang ada, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai upaya percepatan untuk pemulihan ekonomi di Lamongan pasca pandemi Covid-19. “Selain memeriahkan HJL ke-453, kegiatan ini juga sebagai upaya kami dalam menggairahkan lagi, membangkitkan kembali ekonomi pasca pandemi,” ujar Bupati Yuhronur.
Melalui Megilan Paramuda Fest ini, Bupati Yuhronur berharap, seluruh UKM di Lamongan akan berkembang pesat. Untuk itu, pihaknya mengajak kepada masyarakat Lamongan untuk turut menyukseskan acara ini agar perekonomian Lamongan semakin bergairah.
“Di sini banyak sekali UKM yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Lamongan. Saya lihat respon masyarakat juga cukup baik. Mari kita dukung bersama agar UKM Lamongan semakin bangkit dan bergairah,” imbuhnya.
Lebih jauh, sebagai kabupaten yang besar dari sektor pertanian dan UMKM, Bupati Yuhronur juga terus menggalakkan berbagai kegiatan yang dapat mendorong tumbuh kembangnya wirausaha baru yang lahir dari ide brilian generasi muda Lamongan.
“Melalui program Megpreneur dan Santri Prenenur, kini banyak bermunculan para wirausaha muda Lamongan, di mana dalam bazar ini juga tampak sejumlah stan dari para juara Program Megpreneur yang menjual produk unggulan mereka,”
Sebagai informasi, berdasarkan data tahun 2021, ada 50 UMKM di Lamongan yang telah naik kelas, dari sebelumnya yang berstatus industri kecil kini menjadi industri menengah. “Hal itu tak tak lepas dari pembinaan dan pemberian modal usaha yang terus dilakukan. Tentu hal ini pula yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi Lamongan hingga tembus 3,43 persen setelah terkontraksi 2,65 persen akibat pandemi,” pungkasnya.[riq/kun]






