Pasuruan (beritajatim.com) – Masyarakat Dusun Brukan di Pasuruan melakukan perbaikan jalan secara swadaya menggunakan dana iuran sukarela akibat infrastruktur sepanjang satu kilometer terabaikan selama puluhan tahun. Langkah kolektif ini diambil warga untuk memulihkan akses transportasi vital bagi petani dan anak sekolah yang selama ini luput dari perhatian pemerintah daerah.
Dana yang terkumpul dari iuran tersebut langsung dialokasikan untuk membeli material penutup lubang jalan yang kondisinya kian memprihatinkan. Warga bahu-membahu mengerjakan perbaikan agar jalur distribusi hasil bumi kembali lancar serta aman bagi seluruh pengguna jalan.
Salah satu warga, Muhammad Sirril, mengungkapkan bahwa tindakan kolektif ini merupakan bentuk protes sekaligus solusi atas pembiaran yang terjadi selama bertahun-tahun. “Jalan ini sudah puluhan tahun rusak dan tidak pernah diperbaiki oleh pemerintah desa maupun kabupaten,” tegasnya dengan nada kecewa.
Kerusakan infrastruktur yang mencapai panjang satu kilometer ini mencakup rute strategis bagi mobilitas harian anak sekolah dan para petani lokal. Masyarakat merasa sangat khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan, maka urat nadi perekonomian warga Dusun Brukan akan benar-benar lumpuh total.
Keselamatan pengendara menjadi prioritas utama dalam aksi gotong royong yang dilaksanakan oleh warga setempat pada hari Jumat tersebut. Warga seringkali menyaksikan pengendara terperosok karena permukaan jalanan hanya menyisakan tanah serta bebatuan tajam yang membahayakan.
Sirril menambahkan bahwa saat cuaca buruk melanda wilayah tersebut, lintasan jalan berubah menjadi medan yang sangat berisiko bagi keselamatan jiwa. “Kalau hujan kondisinya semakin parah, berlubang, licin, dan sangat membahayakan warga yang melintas,” jelas Sirril merinci kendala di lapangan.
Ketiadaan sistem drainase yang baik juga membuat air hujan kerap menggenang dan menutupi kedalaman lubang-lubang di tengah jalan tersebut. Fenomena ini sering menjadi jebakan maut yang mengakibatkan kecelakaan tunggal bagi para pengendara yang kurang waspada saat melintas.
Masyarakat Dusun Brukan sangat berharap aksi nyata yang mereka lakukan ini segera mendapat respons serius dari pihak Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Mereka menantikan adanya pembangunan perbaikan permanen agar akses transportasi yang layak bukan lagi sekadar impian lama bagi warga desa. [ada/beq]






