Kediri (beritajatim.com) – Komitmen yang tinggi dalam menanggulangi narkotika ditunjukkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri bekerjasama dengan seluruh pihak mulai dari warga sekolah hingga pengurus Pegiat Anti Narkoba Indonesia (PANI) Kota Kediri. Untuk itulah hari ini, Selasa (22/10/2019) di Halaman SMPN 4 Kota Kediri dikukuhkan satgas Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang terdiri dari 53 siswa SMPN4 Kediri dan 24 pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PANI Kota Kediri.

[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-kediri”]”Saya berharap, kehadiran PANI dapat berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman tentang bahaya narkoba di Kota Kediri, khususnya bagi anak-anak yang sangat rentan dipengaruhi karena rasa ingin tahu dan coba hal baru mereka sangat tinggi,” ujar Ning Lik.

Ning Lik sekaligus menyampaikan, permasalahan narkoba bukan hanya menjadi tanggungjawab BNN atau pemerintah saja, namun juga merupakan tanggungjawab kita bersama. “Pastikan anak-anak kita menjadi penerus bangsa hebat yang tumbuh tanpa narkoba,” tandasnya.

“Setelah ini kami akan meminta pembekalan dari BNN, ke depan kita akan wujudkan pakta integritas bahwa pengurus harus dicek urinenya. Minimal dari diri sendiri, keluarga, lingkungan terdekatnya tidak terpapar bahaya narkoba. Kita arahnya terutama preventif dan berkontribusi dengan BNN. Jadi jika mungkin kita mengetahui ada indikasi di lingkungan kita, bisa berkontribusi dengan BNN,” ungkap Agung.

Hadir pula dalam acara tersebut Kepala BNN Kota Kediri AKBP Bunawar, Ketua DPD Dewan Perwakilan Pusat PANI, Dedi Ginanjar, dan perwakilan dari Polresta, Dandim serta Kementrian Agama. [adv humas/nng]






