Surabaya (beritajatim.com) – Peringatan Hari Disabilitas Internasional di SLBN Gedangan, Sidoarjo menjadi panggung bagi puluhan siswa difabel untuk menunjukkan kemampuan seni dan vokasi mereka.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur (Kadindik Jatim), Aries Agung Paewai menegaskan bahwa pendidikan inklusif harus memberi kesempatan setara bagi semua anak untuk mengembangkan potensi terbaiknya.
Festival seni dibuka dengan pantomim dan tari kolosal, disusul drumband, Tari Remo, angklung, hingga fashion show. Pameran karya vokasi siswa juga menarik perhatian orang tua yang hadir.
Suasana riuh dukungan menjadi bukti besarnya antusiasme keluarga dan guru dalam mengapresiasi bakat anak-anak berkebutuhan khusus.
“Saya sangat mengapresiasi kreativitas anak-anak istimewa kita. Tidak semua anak seusia mereka punya keberanian tampil di depan publik. Ini anugerah yang tidak bisa dibandingkan dengan apa pun,” kata Aries di Surabaya, Jumat (12/12/2025).
Ia mengajak orang tua dan guru terus memberi ruang, merawat, dan mendampingi kreativitas anak. Menurutnya, festival seni bukan sekadar pertunjukan, tapi sarana membangun rasa percaya diri dan karakter. “Pendidikan inklusif harus memberikan kesempatan setara bagi semua anak,” ujarnya.
Dalam kunjungannya, Aries juga meninjau revitalisasi gedung SLBN Gedangan yang dilakukan Pemprov Jatim untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah disabilitas. Perbaikan meliputi ruang kelas, fasilitas vokasi, aksesibilitas, hingga infrastruktur pendukung lain agar sesuai kebutuhan siswa.
Aries sempat mengamati layanan fisioterapi di sekolah tersebut. Ia menekankan pentingnya perawatan alat, pengaturan ruang yang lebih mendukung, serta standar keamanan yang memastikan terapi dilakukan dengan nyaman.
Layanan ini, katanya, menjadi bagian penting untuk mendukung perkembangan motorik dan kemandirian siswa.
Kunjungan berlanjut ke Kebun SIKAP, area praktik bercocok tanam berbasis vokasi. Di tempat ini, siswa belajar merawat tanaman hingga panen.
“Pemanfaatan lahan sisa menjadi kebun produktif seperti ini sangat baik. Anak-anak bisa belajar langsung dan melatih kemandirian,” kata Aries. Ia berharap kebun tersebut dapat dikembangkan dengan komoditas lebih variatif.
Aries menegaskan bahwa rangkaian kegiatan di SLBN Gedangan menjadi bukti komitmen Jawa Timur terhadap pendidikan inklusif. Mulai festival seni, peningkatan sarpras, hingga penguatan vokasi, semuanya diarahkan agar siswa berkebutuhan khusus mendapatkan hak belajar yang sama.
Aries juga memberikan santunan kepada tenaga kebersihan dan keamanan sekolah serta membeli berbagai produk buatan siswa, mulai kuliner hingga kerajinan. Dukungan ini, katanya, menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan khusus di Jatim.
Dinas Pendidikan Jatim berharap layanan pendidikan khusus di seluruh wilayah terus meningkat sehingga setiap anak, tanpa terkecuali, punya ruang untuk tumbuh, berkembang, dan berkarya. [ipl/kun]






