Sumenep (beritajatim.com) – Sekitar dua puluh jemaah haji Kabupaten Sumenep tidak bisa melaksanakan ibadah thawaf ifadah dan sa’i bersamaan dengan jemaah lain karena termasuk dalam jemaah risiko tinggi (risti).
Tim pembimbing ibadah haji (TPIH) jemaah haji Kabupaten Sumenep, Moh. Rifaie Hasyim menjelaskan pihaknya memang menyarankan agar para jemaah haji risti yang memiliki riwayat penyakit maupun karena lanjut usia (lansia), tidak memaksakan diri untuk melakukan ibadah thawaf dan sa’i bersama jemaah lainnya.
“Sebagai gantinya, maka malam ini saya akan mengantarkan mereka ke Masjidil Haram untuk melaksanakan thawaf dan sa’i menggunakan mobil golf,” terangnya, Kamis (20/06/2024).
Ia memaparkan, ibadah thawaf dan sa’i menggunakan mobil golf tersebut untuk memudahkan para jemaah risti. Mereka akan berkeliling kabah naik mobil golf sambil berdoa. “Biaya yang dikenakan sekitar 100 real. Ini tentu akan memudahkan para jemaah risti agar tidak terlalu lama dan tidak capek,” ujarnya.
Menurut Rifai, ia sendiri yang akan mengantarkan dan mendampingi para jemaah haji risti untuk thawaf dan sa’i naik mobil golf, hingga ibadah selesai dilakukan. “Nanti saya juga yang akan menemani para jemaah kembali ke hotel, untuk memastikan tidak ada jemaah yang tersesat,” katanya.
Lebih lanjut Rifai mengatakan, secara umum kondisi jemaah haji Sumenep sehat dan baik. Sebagian besar sudah selesai melakukan thawaf ifadah dan sa’i. “Mohon doanya warga Sumenep, agar jemaah kita diberi kesehatan dan kelancaran ibadahnya. Bisa kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan menjadi haji mabrur,” ujarnya. (tem/kun)






