Ponorogo (beritajatim.com) – Jemaah haji tertua di Indonesia Harjo Mislan, kembali ke ibu pertiwi dengan kondisi sehat wal afiat. Kakek berusia 110 tahun, asal Kabupaten Ponorogo itu tiba di Bumi Reog pada hari Kamis (27/6) pukul 19.00 WIB.
Keluar dari bus, Mbah Harjo Mislan langsung menggunakan kursi roda. Keluarga dan sanak saudara pun menyambut dengan suka cita. Sesekali, kakek yang dulu merupakan pejuang 45 itu, melemparkan senyum.
“Alhamdulillah, bapak selama ibadah haji di Arab Saudi sehat wal afiat,” kata Sirmat, anak Mbah Harjo Mislan yang mendampingi di Tanah Suci, Kamis (27/06/2024).
Sirmat mengingat-ingat selama melaksanakan ibadah haji di Arab Saudi, hanya mengalami sakit selama 2 hari saja. Kata Sirmat, bapaknya cuma mengalami batuk-batuk saja. Selama di Tanah Suci, bapak dan anak itu melaksanakan semua rangkaian ibadah, baik yang wajib maupun yang sunahnya.
“Rangkaian ibadahnya semua sudah dilaksanakan. Alhamdulillah, bisa dilaksanakan dengan baik, baik ibadah wajib maupun sunahnya,” katanya.
Saat berada di Kota Madinah, Sirmat dan bapaknya sewaktu-waktu bisa pergi ke masjid. Sebab, saat itu letak hotel dengan masjidnya cukup dekat. Sementara waktu di Kota Makkah, bapaknya hanya beberapa kali saja ke masjid, sebab lokasinya jauh dari hotel dan harus ditempuh dengan menggunakan mobil.
“Kalau di Madinah setiap waktu bisa sama-sama di masjid, karena tempatnya dekat. Tapi kalau di Makkah hanya beberapa kali saja. Karena jauh, harus pakai roda empat,” katanya.
Sirmat menyebut bahwa dalam proses ibadah, bapaknya Harjo Mislan kadang memakai kursi roda dan juga pernah tidak memakai. Ia pun mendampingi saat bapaknya itu berjalan kaki. Pun saat proses thowaf, Mbah Harjo Mislan selalu pakai kursi roda, sebab jaraknya yang cukup jauh.
“Alhamdulillah, bapak sehat, pulang juga berjalan lancar,” pungkas Sirmat. (end/ian)






