Lamongan (beritajatim.com) – Melalui pemanfaatan alokasi dana desa berdaya yang diterimanya, Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan mampu membangun Pujasera.
Hal ini sebagai langkah penguatan branding desa untuk menumbuhkan geliat perekonomian masyarakat.
Kepala Desa (Kades) Sumberwudi, Syakuri menyampaikan bahwa Sumberwudi menjadi salah satu dari 97 desa berstatus mandiri yang terus berkomitmen untuk menggerakkan perekonomian di desanya.
“Pujasera ini berlokasi di Lapangan Pasar Desa Sumberwudi. Pujasera ini kemarin telah diresmikan langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi,” ujar Kades Syakuri, Kamis (1/12/2022).
Pihaknya juga membenarkan bahwa pembangunan Pujasera desanya ini menggunakan anggaran dana desa berdaya dari Provinsi Jawa Timur dan swadaya masyarakat.
“Alhamdulillah, kami bisa mewujudkan pembangunan pujasera ini. Ini icon desa, kebanggaan kita semua, masyarakat Desa Sumberwudi yang punya usaha dan produk olahan dipersilahkan jual di sini,” tuturnya.
Syakuri berharap, keberadaan pujasera ini nantinya akan menggeliatkan perekonomian di desanya. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat Sumberwudi pun akan semakin meningkat.
“Semoga pujasera ini terus bisa memberikan kemanfaatan bagi masyarakat, khususnya Desa Sumberwudi. Selain itu, semoga pujasera ini juga bisa menjadi icon branding desa yang menjadi kebanggaan semuanya,” harapnya.
Secara terpisah, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyebutkan, terdapat 97 desa berstatus mandiri di Kabupaten Lamongan. Kemudian ada 189 desa berstatus maju dan 176 desa berstatus berkembang.
Menurutnya, perolehan status desa menjadi mandiri ini tidaklah mudah. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi memberikan tambahan alokasi dana sebesar Rp100 juta kepada desa berdaya, yakni desa yang masuk kategori desa mandiri dari presentase nilai tertinggi di seluruh Jawa Timur.
“Jumlah lokasi desa berdaya tahun 2022 di Provinsi Jawa Timur sebanyak 137 desa yang tersebar di 27 kabupaten/kota, dan 5 (lima) di antaranya ada di Kabupaten Lamongan, termasuk salah satunya Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng ini,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-lamongan”]
Terkait hadirnya pujasera di Desa Sumberwudi ini, Bupati Yuhronur mengaku senang dan bangga. Ia berharap, Pujasera ini semakin maju dan berkembang. “Mari kita ramaikan dan kunjungi Pujasera Sumberwudi, ada beraneka ragam jajanan, makanan, minuman dan lainnya,” ucapnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Lamongan ini menjelaskan, berbagai bantuan, termasuk dana desa, tak hanya bisa digunakan untuk pembangunan fisik semata, namun juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk membangun perekonomian desa, seperti Pujasera
Sumberwudi.
“Saya yakin dengan pembangunan dan perencanaan yang tepat, dana desa bisa digunakan untuk membangun desa yang nantinya akan mandiri secara ekonomi, termasuk yang dilakukan masyarakat Desa Sumberwudi ini, memanfaatkan dana desa berdaya dengan membangun Pujasera, icon desa Sumberwudi,” bebernya.

Tak cukup itu, Bupati yang akran disapa Pak YES ini juga mengajak para pelaku UKM Lamongan untuk memanfaatkan pasar online “NikiLa” sebagai wadah untuk memperluas promosi produknya. Sehingga produk-produk tersebut semakin mudah dijangkau masyarakat.
“Kemarin, usai upacara Hari Korpri, Pemkab Lamongan melalui PD Aneka Usaha Jaya meluncurkan aplikasi pasar online yang bernama NikiLa. Ayo kita manfaatkan, UKM bisa memasarkan dagangannya di sana,” tandasnya.[riq/ted]






