Malang (beritajatim.com) – Perubahan masif bakal dilakukan terhadap kondisi Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, pasca tragedi 1 Oktober 2022 lalu. Hal itu disampaikan Vino Pramudya selaku Project Manager PT Waskita Karya selaku penyedia jasa renovasi Stadion Kanjuruhan bersama PT Brantas Abipraya (Persero) dalam Kerjasama Operasional atau KSO.
“Yang pasti ada sistem yang akan berubah di stadion kanjuruhan nanti. Nanti mungkin ada detail stadion yang berubah, kalau kita bahas disini gak bisa, dikesempatan selanjutnya. Karena kami masih harus melakukan kordinasi dengan konsultan perencana, jadi desain desainnya ini sebetulnya cocok tidak yang ditawarkan pelaksana di proyek renovasi Kanjuruhan ini,” tegas Vino, Selasa (19/9/2023) siang ditemui beritajatim.com di Stadion Kanjuruhan.
Vino bilang, secara tampilan Kanjuruhan nanti akan lebih futuristik dan ramah penonton. “Khusus soal atap stadion, untuk atap kami dari penyedia jasa ini memang menerima konsep atau rancangan dari konsultan perencana. Dimana untuk konsep yang kami terima untuk atap memang khusus di tribun barat saja. Jadi memang ada exciting, nanti kami bongkar akan kami ganti dengan atap yang baru. Memang untuk atap yang menyeluruh, desain yang kami terima itu memang masih ditribun barat saja,” ujarnya.

Berapa persen perubahan Stadion Kanjuruhan? Vino mengaku, ada perubahan cukup masif. “Perubahan sih kalau dari awal cukup masif menurut saya, karena kan dari sistem maupun dari fungsional bangunan kurang lebih akan berubah ya. Kalau saya bilang akan berubah secara masif ke arah yang lebih baik tentunya,” tegas Vino.
Soal kebutuhan alat berat, Vino bilang sejauh ini masih belum membutuhkan alat berat. “Kita memang butuh alat berat ya, cuma mungkin diawal kita masih belum menggunakan alat berat. Karena kita masih lakukan proses mobilisasi dulu, kita tanggulangi dengan alat yang ada dulu. Cuma nanti saat penggantian atap kita butuh alat berat, seperti mobile crane,” bebernya.
Ditanya seputar kondisi bagian dalam stadion Kanjuruhan, Vino mengaku masih seperti posisi terakhir ketika para pekerja proyek masuk. “Pertama kali kita masuk posisinya sama seperti posisi terakhir, cuma kami sudah lakukan clearing ya, hanya diareal gate 13 ini masih kami blok. Menunggu rencana desain pembangunan monumen lebih matang dulu,” Vino mengakhiri. (yog/kun)
BACA JUGA: Tahapan Renovasi Stadion Kanjuruhan Malang Dimulai






