Sidoarjo (beritajatim.com) – Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Ditjen PMD) Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan hadir dalam kegiatan operasi pasar minyak goreng curah di Pasar Larangan Candi Sidoarjo, Selasa (22/2/2022).
Kegiatan itu dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kab. Sidoarjo menggandeng PT. Megasurya Mas. Oke Nurwan secara langsung memantau proses transaksi minyak goreng curah yang dijual Rp 12.800 untuk komsumen, dan Rp. 11.700 untuk pedagang.
Oke Nurwan mengatakan pasokan dari kebutuhan 58 ton minyak goreng per bulan di Jawa Timur, akan ditambah menjadi sekitar 70 ton per bulan. Sebab, Jawa Timur, akan turut membantu memasok wilayah Indonesia Timur seperti Ternate sampai Papua.
[berita-terkait number=”5″ tag=”minyak-goreng”]
“Di Jawa Timur sendiri ada 26 pasar pantauan. Setiap pasar akan dipasok kebutuhan minyak goreng dengan harga antara Rp. 12.800 sampai Rp. 13 ribu,” kata Oke didampingi Kepala Disperindag, Sidoarjo, Tjarda, serta ada jajaran petinggi PT. Megasurya Mas, Sudy Tan Winata.

Sambung Oke, di sini pasokan minyak goreng dibantu PT. Megasurya Mas. “Nantinya kita yang bantu memberikan minyak goreng murah,” tambahnya.
Sementara itu, Humas PT. Megasurya Mas, Sudy Tan Winata menandaskan, dalam kondisi ini, pihaknya berupaya dapat ikut berperan, membantu memenuhi kebutuhan minyak goreng, dalam menjawab keluhan baik pedagang maupun konsumen.
“Diberikan harga Rp 12.800 per liternya, itu untuk konsumen. Sedagangkan diberikan harga Rp. 11.700 per liter untuk pedagannya,” rincinya.
Dengan begitu, lanjut Sudy, mata rantainya dapat terus berjalan. “Diharapkan pasar-pasar yang dapat kita suplai langsung adalah pedagang, agar tidak kosong,” pungkasnya. (isa/kun)






