Gresik (beritajatim.com) – PT Kereta Api Indonesia (persero) akan mengaktifkan kembali Stasiun Gresik yang mati suri selama puluhan tahun. Rencananya, sesuai master plannya PT KAI bakal memanfaatkan stasiun tersebut sebagai moda transpotasi barang.
Pengaktifan kembali stasiun itu, ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Trans Jaya Persada beberapa minggu yang lalu.
Kedua institusi tersebut, sepakat menandatangani MoU tentang Rencana Kerja Sama Pengembangan Bisnis Berbasis Kereta Api di Kawasan Eks Stasiun Gresik.
Saat ini, kondisi Stasiun Gresik terbaru masih menyisakan bangunan asli. Lantai peron keramik berwarna kuning, kondisi bangunan terbuat dari kayu. Kondisi loket di dalam stasiun berubah menjadi gudang.
Malahan beberapa ruangan di dalam stasiun itu menjadi lokasi tempat tinggal warga. Bangunan lorong menjadi tempat usaha warung kopi (Warkop) milik warga yang sudah puluhan tahun menempati stasiun tersebut.
Sutomo (56) salah satu warga setempat yang tinggal di kawasan stasiun menuturkan, pihak KAI sudah melakukan survei ini sejak tahun 2019. “Inginnya ada relokasi,” tuturnya.
Dirinya enggan berkomentar banyak. Tapi, jika nanti diaktifkan lagi akan pulang ke kediaman orang tua istri kalau Stasiun Gresik aktif kembali.
Hal senada juga dikatakan Nuryati (65) mengaku sudah puluhan tahun tinggal di Stasiun Gresik sejak tidak aktif tahun 80-an. Sebab, almarhum pakdenya bekerja sebagai pegawai stasiun.
Nuryati menyulap lokasi tempat tinggalnya menjadi ruang tamu. Bahkan, kamar dan kamar mandinya dibuat semi permanen di area stasiun.
[berita-terkait number=”4″ tag=”stasiun-gresik”]
“Kalau saya minta ganti rugi, saya tidak punya rumah, tinggal dimana saya,” ujarnya.
Kawasan eks Stasiun Gresik merupakan lahan milik PT KAI dengan luas sekitar 23.000 m2. Stasiun tersebut rencananya akan dioperasikan oleh PT Trans Jaya Persada dengan status sewa lahan milik KAI untuk kerja sama angkutan barang.
Eks Stasiun Gresik berada dekat dengan 3 kawasan industri yang cukup besar dengan berbagai macam produk seperti industri plastik, kayu, makanan, energi, produk kimia, dan sebagainya.
Stasiun yang berada di tengah kota itu juga memiliki konektivitas yang baik karena berada dekat dengan beberapa pelabuhan di wilayah Kabupaten Gresik. (dny/ted)






