Gresik (beritajatim.com) – Sejumlah pengembang properti kini mulai mengalihkan fokus bisnis mereka ke segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebagai respons terhadap tingginya kebutuhan hunian terjangkau dan dorongan pemerintah melalui program subsidi perumahan nasional.
Salah satunya dilakukan oleh PT Bumi Lingga Pertiwi (BLP) Property yang resmi meluncurkan proyek perumahan “The Oase” di kawasan Gresik Kota Raya (GKR), sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Gresik, tepatnya di Desa Indrodelik, Kecamatan Bungah. Proyek ini menawarkan rumah tipe 25/60 dengan harga Rp166 juta bebas PPN — jauh di bawah rata-rata harga rumah komersial di kawasan tersebut.
“Kami melihat potensi besar di segmen MBR atau Gen Z cukup besar. Selain kebutuhan yang tinggi, pasar ini juga relatif stabil serta mendukung program pemerintah dalam menyediakan 3 juta unit rumah,” ujar Marketing Manager Bumi Lingga Pertiwi (BLP) Property, Zainul Arief, Sabtu (8/11/2025).
Proyek “The Oase” menargetkan pembangunan 348 unit rumah, dengan tahap awal sebanyak 93 unit di atas lahan seluas 4 hektare. Selain harga yang terjangkau, pengembang juga menghadirkan fasilitas seperti akses jalan paving, pos keamanan representatif, jaringan listrik PLN, air bersih mandiri, gedung serbaguna, taman, saluran air, dan bose (drainase tertutup).
Arief menjelaskan, keputusan menyasar segmen MBR dan Gen Z tidak terlepas dari pesatnya pertumbuhan kawasan industri di wilayah utara Gresik, termasuk kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE).
“Kami optimis segmen ini menjanjikan mengingat anak muda membutuhkan hunian yang representatif serta adanya kemudahan saat melakukan pembelian,” ujarnya.
Minat terhadap rumah subsidi ini juga datang dari kalangan pekerja muda. Salah satunya Erna (26), calon pembeli yang mengaku tertarik memiliki rumah di The Oase karena harga dan fasilitasnya dianggap sepadan.
“Saya datang bersama suami, kebetulan mencari rumah. Kami sama-sama bekerja di perusahaan swasta. Kebetulan ada pengembang menawarkan harga rumah dengan harga terjangkau. Akhirnya tadi wawancara pesan satu unit,” tuturnya.
Dengan meningkatnya minat pengembang terhadap pasar MBR, diharapkan ketersediaan rumah terjangkau di Gresik dan sekitarnya semakin bertambah, sehingga masyarakat bisa memperoleh hunian layak tanpa harus berpindah terlalu jauh dari pusat aktivitas ekonomi dan industri. [dny/beq]






