Surabaya (beritajatim.com) – PSSI Jatim menggelar kursus Pengawas Pertandingan. Berbeda dengan sebelumnya, di kursus yang akan digelar 9 hingga 13 November 2022 mendatang ini, peserta akan ditekankan kepada materi penguatan IT dan pemahaman studi kasus lapangan.
Arif Anton, Staff Bidang Kompetisi PSSI Jatim, menyatakan bahwa pengawas pertandingan masih banyak yang belum memahami Information AND Technology. Melalui kursus, pengawas pertadingan diharapkan memahami cara menggunakan sistem online mulai dari pendataan hingga pelaporan pertandingan.
“Jadi nantinya pengawas pertandingan ini akan berbeda lebih menggunakan sistem online semua mulai dari pendataan hingga pelaporan haisl pertandingan menggunakan online maka dengan pembelajaran seperti ini diharapkan para pengawasa pertandigangan lebih mudah menjalankan tugasnya maka kita kuatkan pemahaman bidang IT,” ungkap Arif, Rabu (19/10/2022).
Kursus pengawas pertandingan dilakukan selama lima hari. Membahas cara mengatasi permasalahan di dalam pertandingan mulai dari tim hingga saat pertandingan berlangsung.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pssi-jatim”]
“Nanti akan ada dua hal yang difokuskan. Termasuk teknis pelaksanaan pertandingan secara real. Dimana ada dua tim yang akan bertanding di stadion dan tiba-tiba terjadi permasalahan seperti keterlambatan permainan hingga ricuh. Apakah pengawas pertandingan mampu mengatasi hal ini, selain itu bagaimana mengatakan kedatangan tim yang terlambat,” imbuhnya.
Peserta kursus wajib membayar uang pendaftaran sebesar lima juta rupiah. Ada juga beberapa persyaratan pendaftaran lain. Terdiri dari peserta khusus wilayah Jawa Timur, sehat jasmani dan rohani, pendidikan minimal SLTA atau sederajat, usia minimal 17 hingga 45 tahun, pas foto, menguasai IT dan mendaparkan surat rekom dari askab atau askot setempat. [way/but]






