Madiun (beritajatim.com) – PSM Madiun berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Arema Indonesia dalam laga perdana Liga 3 Jatim Grup J di Stadion Wilis Kota Madiun, Selasa sore (5/12/2023).
Kemenangan ini menjadi hasil yang memuaskan bagi PSM Madiun, mengingat Arema Indonesia merupakan tim kuat yang pernah berlaga di Liga 1.
Pertandingan ini berlangsung dengan tempo cepat dan jual beli serangan dari kedua tim. PSM Madiun mampu unggul lebih dulu di menit ke-23 melalui gol Ridwan Prihandoko.
Arema Indonesia kemudian menyamakan kedudukan di menit ke-25 melalui gol Obet Rivaldo. Namun, PSM Madiun mampu kembali unggul di menit ke-30 melalui gol Alfian Faqzi.
Di babak kedua, PSM Madiun mendapatkan peluang emas untuk menambah keunggulan lewat tendangan penalti di menit ke-70. Namun, tendangan Fa’it Alfin gagal dimaksimalkan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan PSM Madiun tetap bertahan.
Pelatih PSM Madiun, Kodari Amir, mengaku bersyukur atas hasil pertandingan ini. Ia menilai anak-anak asuhnya bermain dengan lepas dan disiplin. “Tadi anak-anak bermain begitu lepas. Kendati hujan membuat kami sulit membangun permainan, namun kami senang dengan kemenangan ini,” kata Kodari.
Dia juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus mengasah kemampuan para pemainnya, termasuk dalam mengeksekusi tendangan penalti. “Akan kami perbaiki. Evaluasi laga selanjutnya, pergantian pemain buat mengubah situasi permainan, khususnya lini belakang,” pungkasnya.
Sementara itu, Media Officer Arema Indonesia, Kristian Teguh Prasetyo, menyampaikan apresiasi kepada kiper David Ariyanto yang mampu membaca tendangan penalti dengan baik. “Kami senang dia gabung sama kami. Kiper mantan Liga 1. Jadi beruntung punya David. Laga tadi berjalan baik. Kedua pemain sama sama bertekad meraih kemenangan,” kata Kristian.
Ia juga menilai bahwa kedua tim memiliki persiapan dan materi yang seimbang. Ia berharap Arema Indonesia dapat segera bangkit dan meraih kemenangan di laga selanjutnya. “Tapi dari persiapan, dan materi kami imbang dengan lawan. Serta sama sama sportif. Evaluasi, pelatih fokus memulihkan kebugaran pemain, dan menyesuaikan cuaca. Ada perbedaan antara Madiun dan Malang,” tutupnya. [fiq/kun]
BACA JUGA: Diikuti 54 Klub, Liga 3 Jawa Timur Digelar 5 Desember






