Surabaya (beritajatim.com) – Masyarakat masih berduka dalam tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu malam (1/10/2022). Mulai dari pecinta sepakbola, public figure, hingga sosok politikus juga memberikan perhatian lebih terhadap peristiwa yang memakan korban ratusan orang ini.
Giring Ganesha, politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pun tampak turut menanggapi dampak dari kericuhan di stadion Kanjuruhan. Dalam cuitannya di Twitter, ia menyebutkan bahwa ingin sementara mengesampingkan pembahasan politik.
“Hilangnya ratusan nyawa di #kanjuruhan membuat kami di @psi.id menyingkirkan pembahasan politik sementara, deklarasi capres di tengah kedukaan tentu menyisahkan rasa nir empati.
“PSI konsisten menolak pemimpin pengusung politik identitas,” tulisnya di akun pribadi @Giring_Ganesha, Senin (3/10/2022).
Namun, alih-alih mendapat tanggapan positif, mantan vokalis band Nidji ini justru mendapatkan sindiran dan kritikan dari warganet. Pasalnya, apa yang ditulis tersebut tidak sesuai dengan maksud dan tujuannya.
“Ini bukan diam belegug tp teriak politik mendompleng di tragedi Kanjuruhan giriiiiiiiing ! Parah lue,” balas akun @UkiSanukri4.
“Antara otak dan jarimu gak match, kamu bilang menyingkirkan bahasan politik tapi twitmu ini penuh muatan politik. Lebih manfaa. Kamu nyanyi buat hibur bangsa yg lagi berduka ini daripada kamu jadi politisi GAGAL…,” tulis @FarizAG5.
“Malu bgt gw bacanya,” komentar pedas dari akun @azabcepu.
Meski tweet sang politikus tersebut telah dihapus, nyatanya tak sedikit warganet yang telah melakukan tangkapan layar dan mengunggahnya ulang. Tak ayal, jika nama Giring sempat menjadi trending di Twitter.
Semenjak dihapusnya postingan tersebut, sampai pada artikel ini ditulis belum ada lagi cuitan Giring yang terlihat. Dalam akun Twitternya, cuitan terakhir adalah postingan tiga hari lalu yang membahas Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY yang dianggap menjadi juru bicara tersangka korupsi Lukas Enembe. (Fyi/ian)






