Paris (beritajatim.com) – Harapan tinggi disematkan kepada Unai Emery dan Marco Asensio dalam lawatan Aston Villa ke markas Paris Saint-Germain (PSG) pada first leg perempat final Liga Champions dini hari tadi. Keduanya diharapkan bisa jadi pembeda, mengingat latar belakang mereka sebagai mantan bagian dari Les Parisiens.
Taktik Emery nyaris membuahkan hasil. Meski Asensio baru dimainkan di babak kedua, Villa sempat unggul lebih dulu lewat gol Morgan Rogers pada menit ke-35. Namun keunggulan itu hanya bertahan empat menit.
PSG langsung merespons lewat gol Desire Doue di menit ke-39. Momentum itu berlanjut usai jeda. Khvicha Kvaratskhelia mencetak gol kedua pada menit ke-49 sebelum Nuno Mendes memastikan kemenangan PSG lewat gol di masa injury time (90+2′). Comeback yang komplet di Parc des Princes.
Kebangkitan PSG ini bukan kejutan. Les Parisiens memang dikenal sebagai tim spesialis comeback. Kemenangan atas Aston Villa dini hari tadi menandai kali ketujuh PSG memenangi laga setelah sempat tertinggal satu gol. Catatan itu menyamai rekor terbaik mereka pada musim 1985–1986 dan 2003–2004.
Yang mencengangkan, enam dari tujuh comeback tersebut terjadi di tahun 2025. Selain membalikkan keadaan kontra Villa, PSG sebelumnya juga membungkam AS Saint-Etienne (2-1, 13 Januari), RC Lens (2-1, 19 Januari), Manchester City (4-2, 23 Januari), AS Saint-Etienne (6-1, 30 Maret), dan USL Dunkerque (4-2, 2 April). Satu comeback sisanya terjadi di 2024, saat PSG menang 3-1 atas Stade Brestois (15 September 2024).
“Kami seperti tim dengan spesialisasi membalikkan situasi negatif menjadi positif. Laga kontra City jadi yang paling monumental. Memang, cara terbaik untuk menang adalah menyerang dan itulah yang akan terus kami lakukan,” tegas entraineur PSG Luis Enrique kepada Canal+.
Second leg akan dimainkan di Villa Park, Aston, pada 16 April 2025. PSG kini berada di atas angin, dan cukup menghindari kekalahan dengan selisih lebih dari tiga gol untuk mengamankan tiket semifinal. [dio/beq]






