Mojokerto (beritajatim.com) – PS Mojokerto Putra (PSMP) sudah mendaftarkan diri sebagai tim peserta Liga 3 musim 2022. Asprov Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jatim sudah mengumumkan Laskar Majapahit (julukan, red) sebagai salah satu dari 55 tim peserta Liga 3 Regional Jatim.
Bersama AC Majapahit dan Persem Mojokerto, tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Mojokerto ini akan bersaing merebut dua tiket Jatim menuju fase nasional. PSMP juga akan bersaing kembali merebut empat tiket promosi ke Liga 2 musim 2023.
Presiden klub PSMP, Firman Efendi membenarkan, pihaknya telah melakukan proses pendaftaran tim di akhir bulan Juli 2022 lalu. Proses pendaftaran dilakukan bersamaan dengan turunnya surat pembebasan sanksi PSMP.
“Alhamdulillah, kami sudah mendaftarkan ke Asprov PSSI Jatim dan kami akan serius untuk memulai lagi berkompetisi. Alhamdulillah ikut (Liga 3 Regional Jatim). Kami akan memaksimalkan potensi yang ada karena PSMP baru lepas dari hukuman,” katanya.
Mantan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mojokerto ini mengaku masih dalam tahap lobi-lobi pemain dan pelatih yang siap bergabung dan membela PSMP. Meski sudah mengerucut beberapa nama, Firman belum akan mengumumkannya dalam waktu dekat.
“Kami masih menunggu jadwal kompetisi dulu. Ini belum tau kapan kompetisinya dimulai. Format kompetisinya seperti apa, juga kami belum tahu karena belum ditentukan. Paling tidak sebelum kompetisi sudah lengkap (skuad PSMP),” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”psmp”]
Firman berharap, kompetisi musim 2023 sudah ada investor yang berminat bergabung dengan PSMP.
Dengan bergabungnya PSMP di Liga 3 Regional Jatim, ada enam tim di Mojokerto. Namun di musim ini, hanya PSMP, AC Majapahit dan Persem Mojokerto yang resmi terdaftar sebagai tim peserta Liga 3 Regional Jatim.
Sebelumnya, sanksi larangan bermain tiga tahun untuk PS Mojokerto Putra (PSMP) berakhir. Ini setelah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengirim surat kepada manajemen tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Mojokerto.
Surat dengan nomor 2768/AGB/347/VII-2022 tanggal 19 Juli 2022 perihal status PSMP telah diterima pihak manajemen PSMP. Dalam surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nuri SE tersebut menjelaskan jika sanksi larangan bermain untuk PSMP telah dicabut.
Tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Mojokerto ini diberikan sanksi larangan bermain selama satu tahun di kompetisi nasional karena terlibat match-fixing. Ini setelah Indra Setiawan dkk mendapatkan pinalti saat menghadapi Aceh United pada 19 November 2018 lalu.
Tendangan Krisna Adi yang melenceng ke kiri gawang tim berjuluk Laskar Iskandar Muda. Skor tipis 3-2 dari tuan rumah Aceh United membuat PSMP gagal melaju ke babak empat besar Liga 2 2018. PSMP pun mendapat sanksi larangan bermain satu tahun di kompetisi nasional.
Melalui kuasa hukumnya, Muhammad Sholeh, PSMP mengajukan banding karena menilai sanksi yang diberikan tanpa meminta keterangan ke manajemen PSMP terlebih dahulu. Banding manajemen PS Mojokerto Putra (PSMP) mendapat respon dari Komisi Banding Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Namun Komisi Banding justru memberikan sanksi lebih berat kepada tim berjuluk The Laskar Mojopahit (Lasmojo). Banding PSMP justru membuat hukuman PSMP bertambah menjadi tiga tahun. Hukuman tiga tahun tersebut mulai musim kompetisi tahun 2019-2021. [tin/but]






