Surabaya (beritajatim.com) – King Cobra adalah ular paling berbisa di dunia, dan orang-orang biasanya menjauhi ular itu. Satu gigitan ular bisa sangat mematikan dan juga bisa menyebabkan kematian.
Tetapi, seorang pria mabuk mencapai rumah sakit distrik di Kushinagar, India, bersama dengan seekor ular mati. Setelah mencapai bangsal darurat, dia memberi tahu dokter bahwa ular itu “mati setelah menggigitnya” dua kali di kaki dan tangannya.
Dikutip dari Indiatimes.com, pria mabuk berusia 35 tahun bernama Salauddin Mansoori ini merupakan warga Padrauna. Menurut laporan, pria itu memberi tahu para dokter kobra sepanjang hampir tiga kaki itu mati setelah melukainya dan meminta para dokter untuk memberinya suntikan anti-bisa untuk gigitan ular itu.
Sebuah video pria itu juga dibagikan di Instagram. Di video itu, dia terlihat duduk di ranjang rumah sakit dalam keadaan mabuk saat berbicara dengan dokter.
Pria itu menunjukkan gigitan ular di kakinya. Dia lalu meminta dokter untuk memberinya suntikan yang diperlukan.
Menurut Punjab Kesari, petugas polisi distrik tersebut, para dokter meminta pria tersebut menjelaskan peristiwa yang dia alami. Mansoori kemudian bercerita, dia sedang dalam perjalanan pulang melalui stasiun kereta api Padrauna.
Mansoori mengakui saat itu dia sedang mabuk. Saat menyeberang rel kereta, dia digigit seekor ular jenis kobra.
Dengan marah, Mansoori meraih ular itu lalu memegang dengan kedua tangannya dan berkata: “Aku akan mati tetapi tidak akan membiarkanmu hidup juga”.
Saat dipegang Mansoori, ular tersebut juga menggigit tangannya. Ini membuat Mansoori semakin marah sehingga dia membanting reptil itu sampai mati.
Kemudian, ketika saudaranya diberitahu tentang hal ini, dia membawa pria itu ke rumah sakit. Mansoori langsung mendapat pertolongan medis.
Mengetahui ini, warganet pun menjadi banyak berkomentar.
“Aku kira dia juga sedang mencoba memberi perawatan kepada ular itu.”
“Wah, dia adalah pendekar dengan jurus mabuk yang sebenarnya, dia bahkan masih bisa berbicara dan menjelaskan kronologi peristiwanya dengan baik.”
“Orang India dan ular kobra, situasi paling epik dan stereotipe.” [adg/beq]






