Ngawi (beritajatim.com) – Nasib apes dialami pria di Ngawi, Tasid (52). Warga Desa Kedunggalar, Kecamatan Kedunggalar tersebut terpaksa mendatangi kantor Dinas Pemadam Kebakaran di Jalam MH Thamrin 12.
Penyebabnya, jarinya terlilit cincin akik yang sudah dilepas. Kejadian ini berlangsung lantaran Tasid yang iseng mencoba memakai cincin akik di salah satu jari tangan kanannya.
Menurut anak Tasid, Arjuna (24) yang ikut mengantar ke kantor Damkar, cincin itu diberikan oleh salah seorang teman ayahnya. Kemudian, lama kelamaan cincin itu tak bisa lepas sampai jari Tasid membengkak.
Dia sempat dibawa ke Puskesmas Kedunggalar namun tetap tak bisa ditangani. Dia pun diarahkan petugas Puskesmas unruk meminta tolong ke Damkar Ngawi.
Sesampainya di kantor Damkar, petugas pun menerima keluhan Tasid dan segera memberikan pertolongan. Dengan gerinda kecil petugas damkar mencoba memotong cincin itu.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Ngawi”]
Setidaknya ada lima orang petugas yang turut memberikan penanganan. Salah satunya menggerinda dan tetap mengarahkan Tasid untuk segera mengatakan sesuatu jika mulai sakit.
Hal itu dibenarkan salah satu petugas Damkar Ngawi, Herry Kuncoro.
“Awalnya, Pak Tasid ini laporan ke puskesmas dan diarahkan ke sini. Kami pun menyiapkan peralatan. Pelepasan cincin ini membutuhkan waktu beberapa menit karena cincinnya agak tebal. Sempat berontak karena takut,” kata Herry.
Setelah cincin berhasil dilepaskan, Tasid diperbolehkan pulang. Petugas mengaku alat yang digunakan untuk melepas cincin besi milik Tasid itu hanya seadanya karena sangat terbatas. [fiq/beq]






