Pasuruan (beritajatim.com) – Olahan seafood di Kota Pasuruan sangat digemari warga. Hal ini terbukti dengan banyaknya rumah makan yang menyuguhkan hidangan hewan laut tersebut. Tak hanya rumah makan, penjual kaki lima juga banyak tersebar di beberapa titik di tepi jalan Kota Pasuruan. Seperti halnya warung kaki lima milik Rudi Eko (50) yang terletak di Jalan Patiunus, Kelurahan Krampyangan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.
Namun ada yang berbeda dengan olahan seafood yang dijual oleh Rudi. Khususnya lobster yakni dengan bumbu berbeda, yaitu oseng-oseng lobster. “Harganya untuk satu porsi oseng-oseng lobster ini berkisar Rp 80 ribu. Dalam satu porsinya, oseng-oseng lobster berisi tiga sampe empat ekor lobster,” kata Rudi, Jumat (2/6/2023).
Harga yang dibandrol ini juga bisa dibilang tak menguras isi kantong dibanding dengan tempat lain yang berkisar Rp 120 ribu satu porsi dengan isian dua ekor lobster. Padalnya Rudi menjual lobster yang telah dibudidayakan sendiri dibelakang rumahnya.
Rudi juga memastikan bahwa lobster yang dijualnya ini dijamin masih segar, karena dirinya mengambil langsung dari belakang rumahnya. Selain oseng-oseng lobster Rudi juga menyediakan menu lobster lainnya seperti lobster bakar atau hanya sekedar di goreng untuk dijadikan lalapan.
Sebelum berjualan oseng-oseng lobster, Rudi mulanya hanya hobi dan ingin berternak lobster. Dari sinilah Rudi membeli lobster dari temannya yang berada di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan sebanyak lima ekor.
Dari lobster yang mulanya hanya berjumlah lima ekor ini, lalu dikembang biakkan selama satu tahun yang menghasilkan anakan sebanyak 5.000 ekor lobster. Namun setelah lobster yang di kembangbiakkan semakin banyak, Rudi kesusahan menjualnya. “Kalo budidayanya sih mudah, tapi kalo ngejualnya ini sulit. Sudah dipasarkan kesana kemari gak laku-laku,” sambung pria yang rambutnya sudah mulai berwarna putih.
Alhasil lobster yang gagal dijualnya itu dimakan sendiri. Dari sinilah ide berjualan oseng-oseng lobster muncul. Ditambah lagi sebelumnya, istri Rudi telah berjualan lalapan ayam dan bebek.
BACA JUGA:
Polres Pasuruan Tangkap Bocah Pencuri Tas Berisi Uang Rp 7 Juta
Kemudian Rudi mulai menjual makanan olahan laut ini yang menggantikan istrinya jualan lalapan. Meski baru tiga bulan berjualan, Rudi mengaku sudah banyak pelanggannya yang rela memesan dulu sebelum datang ke tempat makannya.
Sepertihalnya Mahfud, pria asal Kota Pasuruan ini telah lama langganan olahan seafood milik Rudi. Bahkan mulanya dia sempat ragu dengan olahan oseng-oseng lobster yang baru pertama dia rasakan. “Ternyata setelah di rasa, libsternya enak banget, mungkin karena lobsternya fres diambil langsung dari belakang rumahnya. Ditembah rempah-rempahnya itu kerasa dan merasuk sampai dalam dagingnya,” kata Mahfud. (ada/kun)






